You are here

Sektor Pertanian Jadi Prioritas Pembangunan

Bupati Sekadau, Simon Petrus, mengatakan pembangunan di bidang pertanian merupakan salah satu prioritas pembangunan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau di masa yang akan datang.


“Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui dinas bagian teknis harus dapat menyentuh langsung kepentingan para petani sebagai sasaran dari terlaksanannya pembangunan pada sektor pertanian agar tercapainya hasil yang baik,” kata Bupati Simon Petrus.


Menurutnya, secara berkelanjutan para petani harus diberikan pengetahuan tentang cara bertani yang intensif serta menggunakan metode pertanian modern sehingga dapat meningkatkan produksi hasil pertanian masyarakat. Mengingat sebagaian besar petani di Kabupaten Sekadau yang jumlahnya mencapai 90 persen merupakan petani tradisional yang masih mengandalkan cara-cara tradisional yang diwarisi oleh nenek moyang mereka secara turun temurun.


“Selama ini petani kita yang setiap tahunnya selalu melaksanakan pekerjaan di sawah dan di ladang bertani dengan menggunakan pola pertanian tradisional. Mereka sangat tergantung dengan alam untuk mendapatkan hasil yang hanya cukup untuk makan satu tahun saja, bahkan ada yang kurang dan harus membeli beras untuk keperluan pangan keluarga,” ujar Bupati.


Padahal sebenarnya, sambung Bupati, para petani ulet dan rajin. Namun mereka mendapatkan hasil yang tidak sebanding dengan keringat yang mereka kucurkan. Karena pengetahuan dan teknologi pertanian yang minim.


“Pemerintah akan terus mengarahkan pembangunan pertanian agar lebih menyentuh kepada petani dengan memberikan bimbingan cara bertani modern dengan menggunakan teknologi pertanian tepat guna sehingga hasil yang mereka peroleh lebih meningkat,” harapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Sekadau, A. Adrianto Gondokusumo, mengabarkan selama dua tahun terakhir, yakni 2010 hingga 2011, pihaknya berhasil membantu sedikitnya 105 unit hand tractor kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Sekadau. Tujuannya untuk memicu peningkatan hasil produksi pangan dengan fasilitas yang menunjang.


Kata Adrianto, pada 2010, Distanak Kabupaten Sekadau sedikitnya telah membantu 85 unit hantractor kepada sejumlah kelompok tani. Sedangkan tahun ini akan ada 20 unit hand tractor yang nantinya akan diberikan kepada kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan pada tahun lalu. “Kita dapat bantuan itu dari Dana Alokasi Khusus (dana DAK) dari pusat sana untuk membeli alat kerja ini,” ujarnya.


Menurutnya, selama ini hasil produksi panen per tahun di seluruh Kabupaten Sekadau yang rata-rata per 1 hektar menghasilkan 3 ton gabah kering dirasakan masih belum mencukupi.


Namun demikian, dirinya yakin dengan adanya alat bantu hand tractor tersebut, ke depan menjadi salah satu penunjang guna memicu peningkatan produksi gabah setiap tahunnya.


“Luas lahan panen di seluruh Kabupaten Sekadau telah menghasilkan 32,568 ton per tahun, dengan pemanfaatan luas areal panen 12.171 hektar. Jadi setiap tahun harus meningkat,” tandasnya.