Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau, Yepray, minta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, supaya memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Baik proyek yang melalui proses tender maupun swakelola.
”Hal itu untuk menjamin kualitas proyek sehingga sesuai dengan harapan dan anggaran yang disediakan oleh pemerintah,” tegas Yepray, di ruang kerjanya, Senin (6/9).
Dirinya menegaskan jika pengawasan proyek kendor, maka akan berimplikasi pada kualitas hasil proyek itu sendiri. Bahkan tak jarang proyek hanya terkesan asal jadi saja, tanpa mengedepankan kualitas pekerjaan.
“Sudah banyak terjadi proyek dengan dana yang terbilang cukup besar namun hasilnya tidak memuaskan. Salah satu faktor penyebabnya adalah lemahnya pengawasan,” timpal dia.
Dia lantas menyebutkan salah satu contoh proyek jalan provinsi yang kini sedang dikerjakan di kota Sekadau. Proyek jalan itu dikerjakan oleh Dinas PU Kalbar yang menggunakan dana swakelola. Ironisnya, belum genap satu bulan, sebagian dari tambal sulam jalan itu sudah banyak yang kembali berlubang. Menurut Yepray, jika proyek tersebut dilaksanakan dengan benar serta pengawasan yang ketat, mungkin hasilnya pekerjaan proyek tersebut akan lebih baik.
“Kita bisa lihat sendiri, sejumlah bagian jalan yang ditambal itu sudah kembali berlubang, padahal belum lama dikerjakan dan sekarang pekerjaan tersebut masih berjalan,” keluhnya.
Yepray juga menegaskan bahwa pengerjaan proyek itu terkesan asal-asalan dan terburu-buru. Pasalnya kualitas pekerjaan proyek tersebut sungguh memprihatinkan. Seharusnya, Dinas PU Kalbar bisa lebih menghasilkan suatu produk yang lebih berkualitas. “Mungkin ingin cepat selesai sebelum lebaran,” ujarnya sembari tertawa.
Sementara itu, Gubernur Kalbar, Cornelis, mengatakan hal yang sama. Bahkan dirinya menegaskan agar pengawasan proyek harus lebih ditingkatkan sehingga proyek tidak asal jadi saja.
“Tingkatkan pengawasan proyek agar pembangunan yang dilaksanakan tidak sekedar jadi, tapi juga berkualitas. Khusus untuk kontraktor, jangan pada waktu tender datang membawa ini, bawa itu. Tapi jika sudah dapat proyek hanya pasang batu dan difoto untuk mencairkan anggaran,” tegas Cornelis.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
