Pemandangan di kawasan pasar Sekadau, terutama di lokasi eks pedagang kaki lima (PKL) dinilai warga cocok untuk dibangun water front city. Alasannya, hingga kini dalam kota Sekadau belum memiliki fasilitas wisata air, misalnya pengembangan sektor wisata alam kota. Seperti Taman Alun-Alun Kapuas, Pontianak.
Dari pantauan Borneo Tribune, pasca relokasi areal PKL ke pasar baru akibat musibah kebakaran, belum lama ini, tampak tepian Sungai Kapuas tidak terurus dan terkesan kumuh. Sejumlah kios kecil milik pedagang musiman tampak berjejer tidak jauh dari lokasi tersebut namun tidak ditata dengan baik.
“Coba disini dibuat tempat untuk berwisata ya, kayak Alun Alun Kapuas Pontianak itu,” kata Aleng, tukang ojek di sekitar lokasi.
Kawasan eks PKL ini sebenarnya telah diwacanakan Pemkab Sekadau melalui instansi terkait untuk dibangun water front city guna memperindah tata kota dengan tersedia Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas. Namun, hingga sekarang tampak belum ada tanda-tanda pembangunan di areal tersebut.
Tapi Aleng menyayangkan daerah tersebut sering dipenuhi sampah bertebaran meski petugas kebersihan Dinas PU dan Pertambangan selalu membersihkan sampah setiap hari. Hal ini mencerminkan kurang kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya.
Di sisi lain, jika kelak dibangun water front bakal memperindah tata Kota Sekadau. Selain bisa menyumbang PAD dari sektor wisata jika dikelola dengan baik. “Kalau memang dikelola dengan baik bisa saja menyumbang pemasukan kas daerah kita dari sektor wisata dan menambah lapangan kerja,” kata Pincent warga sekitar.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
