You are here

Jelang Labaran, Pedagang Jangan Mainkan Harga *Ade Rachmat Syuhada: Jangan Menjual Barang Kadaluarsa

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sekadau, Ade Rachmat Syuhada, minta pedagang supaya tidak bermain harga barang menjelang lebaran. Pedagang juga jangan menjual barang yang sudah kadaluarsa.

“Pedagang jangan seenaknya menaikkan atau menurunkan harga barang dengan memanfaatkan momen menjelang hari raya lebaran. Selain masalah harga, saya juga minta pedagang supaya tidak menjual barang yang sudah kadaluarsa,” tegas Ade Rachmat Syuhada.


Dirinya juga menegaskan pedagang supaya tidak menjual barang yang sudah kadaluarsa. Jika ada stok barang yang kadaluarsa, Ade, minta supaya ditukarkan kembali ke distributor secepat mungkin. Masalah  lain yang tidak kalah penting, lanjut Ade, adalah masalah ketersedian stok barang.


Sebelumnya, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sekadau dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, sudah menggelar inspeksi mendadak (Sidak). Bahkan sidak tersebut menemukan banyak barang yang sudah kadaluarsa.


Makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa itu seperti, sejumlah merk makanan serta minuman kaleng dan kemasan plastik yang sudah kadaluarsa dari sejumlah toko di kawasan kota Sekadau. Selanjutnya, temuan itu langsung disita oleh petugas, yang kemudian akan dimusnahkan karena dianggap dapat membahayakan konsumen yang mengkonsumsinya.


Selain itu, harga sejumlah komoditi pun mulai merangkak naik. Bahkan kenaikan harga tersebut terbilang cukup tinggi. Dari sebuah toko di kawasan Jalan Sekadau-Sintang diperoleh harga barang yang diantaranya, gula pasir yang sebelumnya dijual dengan harga eceran Rp 10.000 per kilogram, kini menjadi Rp 11.000 per kilogram.

Kemudian, beras dari berbagai jenis rata-rata mengalami kenaikan Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilo. Minyak goreng, bawang putih, bumbu dapur serta sejumlah produk lainnya juga mengalami kenaikan harga yang tak jauh berbeda.