Ruas jalan Sekadau-Rawak yang dulu kondisinya rusak parah kini sudah berhamparan aspal hitam. Sayangnya, kondisi jalan yang mulus itu membuat para pengguna jalan khususnya pengemudi kendaraan roda dua dapat memacu kendaraanya sesuka hati.
Lebih parah lagi, jalur sutera itu kerap dijadikan arena balap liar (bali-red) oleh para remaja Sekadau hanya sekedar untuk ajang pamer nyali.
Jelani, warga Dusun Selalong 2 mengatakan, hampir setiap sore para pemuda ini menjalankan aksinya. “Biasanya mereka mulai (start-red) dari penghujung kampung ini sampai dengan Mungguk Rangsa, kemudian kembali lagi ke tempat awal,” tuturnya.
Menurut Jelani, aksi kebut-kebutan para pemuda itu membuat resah warga sekitar karena menimbulkan kebisingan serta mengganggu arus lalu lintas. “Terus terang saja, warga di sini sering mengeluhkan perbuatan anak-anak muda itu. Bahkan sudah beberapa kali ditegur, tapi mereka seakan tidak menggubris teguran itu,” ungkapnya dengan nada kesal.
Jelani berharap, pihak yang berwenang tidak tinggal diam saja karena hal ini sudah membuat resah warga. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lanjutnya, sebaiknya dilakukan penanggulangan secara intensif agar hal ini tidak terjadi lagi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
