You are here

Jalan Provinsi yang Rusak Melulu

Guyuran hujan yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan jalan provinsi di Kota Sekadau terutama menuju Kantor Bupati Sekadau kembali seperti kubangan kerbau. Kubangan yang disertai lapisan lumpur nampak menghiasi sepanjang jalan kebanggan masyarakat di wilayah timur Kalbar ini.

Guyuran hujan yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan jalan provinsi di Kota Sekadau terutama menuju Kantor Bupati Sekadau kembali seperti kubangan kerbau. Kubangan yang disertai lapisan lumpur nampak menghiasi sepanjang jalan kebanggan masyarakat di wilayah timur Kalbar ini.

Sedikitnya ada sepuluh titik kubangan yang kondisinya sangat parah, yang dikwatirkan kerusakan jalan tersebut akan berdampak  pada keselamatan pengguna jalan itu sendiri.

Jalan provinsi di Sekadau yang rusak melulu terdapat di depan Pemakaman Katolik, Bundaran Simpang Tiga, depan Hotel Borneo, depan Polres, Jembatan Penanjung, depan SPBU Jalan Sintang, depan kandang ayam, depan RSUD Sekadau, depan Telkom dan bekas pembuangan sampah.

Kerusakan jalan provinsi di wilayah timur yang selama ini terus menjadi keluhan masyarakat setempat kerab menimbulkan kesemerautan lalu lintas. Tidak ada lagi keteraturan dalam berlalu lintas. Masing-masing pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empar berebut sisa jalan yang diangap sedikit bagus.

Tidak heran jika selama ini sering terjadi benturan dari arah yang berbeda hanya untuk merebutkan sisa jalan yang masih berlapis aspal. Kondisi seperti ini tentu membut para pengguna tidak aman dan terus was-was. Belum lagi jika hujan ruas jalan itu licin dan becek.

Kondisi jalan provinsi yang merusak melulu itu mengundang reaksi anggota DPRD Sekadau Paulus Subarno. Subarno meminta agar pemerintah pusat segera memperbaiki kondisi ruas jalan nasional yang kini semakin hancur lebur.

“Kita minta supaya DPR RI dan DPRD Provinsi turun kelapangan meninjau kondisi jalan Negara di wilayah timur Kalbar ini,” tegas Subarno sapaan akrabnya.

Subarno merasa prihatin dengan kondisi jalan provinsi yang tidak pernah membaik itu. Upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan tersebut tidak bisa dilakukan lagi. Untuk itu diperlukan perjuangan para wakil rakyat di tingkat provinsi dan pusat untuk memperhatikan jalan provinsi yang merupakan urat nadi masyarakat di wilayah timur Kalbar ini.