Warga di Desa Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, mempertanyakan item pekerjaan perehapan gedung sekolah di SDN 04 Lubuk Tajau tahun 2011.
Bambang, salah seorang warga setempat mengaku bahwa kegiatan rehap gedung sekolah tersebut sebelumnya tidak pernah disosialisasikan kepada warga sekitar. Tak pelak, warga sekitar menjadi tidak mengetahui rencana perehapan gedung sekolah tersebut.
“Kami tidak mengetahui apa-apa saja item dari bagian gedung sekolah yang nantinya akan direhap,” keluh Bambang, di Sekadau, kemarin.
Dia menegaskan sejauh ini perehapan gedung SDN 04 Lubuk Tajau sudah berjalan dan dikerjakan oleh pihak kontraktor. Namun yang dia rasa rancu, bagian gendung sekolah yang direhap beserta pagu dana yang digunakan untuk kegiatan perehapan gedung sekolah tersebut tidak diberitahukan kepada masyarakat maupun berupa pemberitahuan melalui plang proyek.
Bambang berharap material bangunan, terutama material yang masih bisa dipergunakan agar bisa dikembalikan untuk asset sekolah. Misalnya material berupa kayu, atap seng serta material lainnya yang masih layak untuk dimanfaatkan. Terutama material atap seng bekas yang masih bisa dimanfaatkan untuk merehap atap rumah dinas guru yang kondisinya bocor.
“Kami harap atap seng, kayu yang masih bisa dipakai bisa di kembalikan ke sekolah untuk memperbaiki atap rumah dinas guru yang rusak,” harapnya.
Sementara itu, berdasarkan penuturan warga sekitar, rehap gedung sekolah yang sudah dikerjakan oleh pihak kontraktor tersebut, meliputi atap seng, cor lantai serta memperbaiki dinding.
“Kontraktor pelaksana harus bekerja sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Kualitas pekerjaan juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
