Isu pemekaran daerah Provisi Kapuas Raya (PKR) hingga kini hangat dibicarakan masyarakat dan elit politik. Tapi isu ini jangan digunakan untuk kepentingan politis, tetapi untuk kepentingan masyarakat yang akan dilibatkan dalam proses pembangunan PKR itu sendiri. Hal itu dikatakan anggota DPRD Sekadau, Aron, belum lama ini. Bahkan meminta isu tersebut pemekaran tidak dijadikan alat politik dan politik pencitraan di masyarakat.
“Saya pribadi tidak ingin PKR ini dijadikan alat politik. Secara dukungan, Pemkab beserta DPRD juga pernah mensosialisasikan PKR itu ke sejumlah desa dua tahun lalu. Secara dukungan politik kita juga sudah berbuat,” kata Aron, di ruang kerja nya, Kamis (3/11).Menurut Aron, secara mekanisme pemekaran provinsi baru di Bumi Borneo Barat ini tidak ada masalah di tingkat daerah, terutama dalam hal dukungan dari pemerintah daerah Sekadau. Misalnya, dukungan sosialisasi ke masyarakat pada 2008 lalu, selebihnya dukungan pendanaan untuk PKR dari Sekadau.
Ia bahkan menilai sejauh ini isu PKR seolah-olah sengaja dilontarkan untuk kepentingan golongan tertentu. Secara etika, jika memang PKR disosialisasikan kepada masyarakat luas di Sekadau barang tentu sesuai pula dengan mekanisme organisasi misalnya melayangkan surat resmi ke pihak pemerintah daerah, bahwa ada kegiatan sosialisasi perkembangan PKR secara continue.
“Namun ada baiknya juga disosialisasikan kepada masyarakat. Yang pasti kegiatan tersebut bisa sesuai dengan prosedural dari tim pemekaran PKR, misalnya ada surat pemberitahuan dan sebagainya,” katanya.
Pada kesempatan kunjungan ke Sekadau, Koordinator Pemekaran PKR, Milton Crosby, mengaku belum disahkan PKR memang ada unsur politis. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai dugaan adanya unsur politis terkait hal ini.
Meski begitu, dasar pemekaran PKR tersebut memang sangat dibutuhkan 1, 8 juta jiwa masyarakat di wilayah timur. Dasar dari pengesahan provinsi ini agar capaian pembangunan dapat tercapai sesuai dengan harapan masyarakat di pedalaman Kalbar terutama di wilayah timur seperti, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
