Soal galian pipa air bersih sirin meragun yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat melalui wakilnya di lembaga DPRD Kabupaten Sekadau, dengan tegas dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Pertambangan Kabupaten Sekadau Suyitno menyatakan tidak ada masalah.
Menurut Suyitno, sebelum penggalian itu dilakukan sudah diperhitungkan sebab dan akibat yang akan terjadi termasuk soal ketahanan jalan dan pipa yang sudah tertanam di dekat bibir aspal itu.
“Soal galian pipa yang selama ini sering kali dikeluhkan oleh masyarakat, karena terlalu dekat dengan jalan, saya katakan tidak ada masalah. Jauh hari sebelum penggalian jaringan pipa air bersih itu dilakukan sudah kita perhitungkan sebab akibatnya, itu ternyata tidak ada masalah baik terhadap jalan maupun terhadap pipa itu sendiri,” ujar Suyitno dengan nada meyakinkan.
Termasuk nanti, kalau ada pelebaran jalan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, menuju ke Kabupaten Ketapang, Suyitno menyatakan tidak berpengaruh terhadap ketahanan pipa itu meski pun badan aspal ada di atas pipa tersebut.
“Bagaimana dengan jaringan pipa yang baru saja dikerjakan di Kota Pontianak lalu, pipanya malah di bawah jalan,” ungkap Suyitno memberi contoh dengan cara menggambar di papan tulis di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, ketika ditemui sejumlah wartawan.
Dalam penjelasannya kepada wartawan, Suyitno mengatakan, bahwa beban yang terjadi ketika kendaraan angkutan melewati badan jalan yang kebetulan terkena jalur pipa, dipastikan tidak menumpuk pada satu sasaran jalur pipa melainkan akan menyebar. “Bebannya tidak akan menumpuk pada satu sasaran saja, tetapi akan menyebar, dan itu sudah kita lakukan penelitian,” ungkap Yitno demikian sapaan akrabnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
