You are here

Dokter Spesial Dongkrak Inkam RSUD Sekadau *Per Bulan Mencapai Rp 150 Juta

Kehadiran dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau dinilai mampu mendongkrak pendapatan atau inkam bagi rumah sakit pemerintah.
Hal itu dikatakan Direktur RSUD Sekadau, Honorius Bruno, di RSUD Sekadau, Selasa (7/9).   

Menurut Bruno, kurang lebih satu tahun pasca kehadiran dokter spesialis di RSUD Sekadau, secara berangsur-angsur dapat meningkatkan pendapatan RSUD Sekadau yang semula tidak terlalu signifikan.

Kehadiran dokter spesialis penyakit dalam, kata Bruno, mampu mendongkrak pendapatan RSUD Sekadau, bahkan per bulannya rata-rata diprediksi bisa mencapai Rp 150 juta. Jika dibandingkan sebelum ada dokter spesialis pendapatan rumah sakit berplat merah itu hanya berkisar Rp 60 sampai Rp 70 juta.
”Sekarang dengan kehadiran dokter spesialis memberikan pendapatan yang cukup besar bagi rumah sakit,” paparnya.

Namun demikian, sebagai konsekwensi dari kehadiran dokter spesialis di RSUD Sekadau, tentunya pemerintah harus menyediakan fasilitas yang memadai untuk kepentingan dokter spesialis dalam melakukan pengabdian di ’Bumi Lawang Kuari’. Seperti, kendaraan, rumah dinas dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa RSUD Sekadau kini masih berstatus tipe D. Sementara dokter spesialis yang kini sedang diusahakan pemerintah untuk mengabdi di Kabupaten Sekadau adalah dokter spesialis bedah.