You are here

Dewan : Perusahaan Tolong “Bereskan” Jalan Rusak

Ketua DPRD Sekadau, Aloysius meminta kepada perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Belitang Hulu untuk membantu mengatasi kerusakan jalan yang cukup parah di sejumlah titik selama ini dikeluhkan warga.

“Tolong GUM dengan KBP bantu perbaiki jalan yang rusak itu. Bantulah masyarakat kita disana agar transportasi akses ke Belitang Hulu lancar,” kata Aloysius, dihubungi Senin (7/11).

Beberapa bulan terakhir warga di Belitang Hulu sudah kerap kali meresahkan kondisi jalan yang rusak parah. Sejumlah warga mengaku kerusakan terparah ada di lima titik penuh dengan kubangan lumpur mulai dari Dusun Temedak Merat- Desa Balai Sepuak sepanjang kurang lebih 4 kilometer. Akibat kondisi ini, kendaraan roda empat tidak bisa masuk sampai ke desa Balai Sepuak.

“Ada lima titik yang berkubang lumpur, motor tidak bisa lewat. Kalaupun lewat, pakai jalan alternatif dari jalan kebun,” kata Adi, warga Belitang Hulu.

Dari pusat kota Kecamatan Balai Sepuak menuju ke desa terakhir, Desa Sungai Antu sepanjang kurang lebih 48 kilometer di beberapa titik alur jalan juga mengalami kerusakan.

Informasi yang diperoleh, kerusakan jalan tersebut masih dalam batas wajar karena jika musim penghujan jalan berdasar tanah kuning yang belum dipoles aspal berlumpur jika hujan turun.

Menurut Aloysius, pihak perusahaan juga jangan berdiam diri atau menunggu arahan dari pihak Pemkab mengatasi keluhan warga Belitang Hulu soal jalan rusak. Menurutnya, pihak perusahaan harus berinisiatif sendiri bagaimana respek mengenai keluhan masyarakat soal jalan rusak.

“Seperti KBP gunakan lah dana dari CSR perusahaan untuk membantu kelancaran transportasi masyarakat di Belitang Hulu,”katanya.

Legislator PDI P yang berasal dari dapil III Kecamatan Belitang Hilir, Nanga Belitang dan Belitang Hulu ini juga menyampaikan hasil reses akhir Oktober lalu bahwa mereka banyak menerima keluhan masyarakat. Khususnya tentang infrastruktur jalan. Pada musim penghujan seperti saat ini, kendala transportasi ke Belitang Hulu memang sering terkendala.

Meski begitu, bukan berarti Pemkab tidak berbuat dalam hal meningkatkan sarana prasaran jalan dan jembatan di tiga kecamatan tersebut. Karena keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah untuk pembangunan sarana fisik maka belum dapat terakomodir dengan baik.

“Dulu yang menjadi kendala di Sungai Buaya, Tembawang Panjai, dan Simpang Kecamatan selalu menjadi langganan banjir. Syukur sekarang di tiga titik ini tidak ada kendala lagi karena sudah dibeton, dan di barau,” kata Pius, Warga Belitang Hulu.