Bupati Simon Petrus menghadiri acara merimah tanah atau selamatan pembukaan lahan untuk pembangunan lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Sekadau di desa Nanga Suri Kecamatan Nanga Mahap, Kamis (11/3), kemarin.
Bupati Simon Petrus menghadiri acara merimah tanah atau selamatan pembukaan lahan untuk pembangunan lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Sekadau di desa Nanga Suri Kecamatan Nanga Mahap, Kamis (11/3), kemarin.
Acara tersebut dihadiri oleh bupati, ketua TP PKK Sekadau, kepala Dinas, BAdan, Kantor di lingkungan Pemkab Sekadau camat dan Muspika Kecamatan Nanga Mahap dan Nanga Taman, kepala desa dan masyarakat setempat.
Bupati Sekadau Simon Petrus dalam sambutannya mengatakan, bahwa pembangunan BBI ini merupakan salah satu bentuk dari kepedulian Pemkab Sekadau terhadap kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat dan mendorong masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan yang mengandung gizi dan protein tinggi.
Bupati juga berharap dengan dibangunnya BBI itu nanti akan dapat menjawab kebutuhan akan bibit ika yang selama ini dirasakan masih kurang walaupun pemkab sekadau sudah memiliki BBI yang terletaak km 7 Kota Sekadau. Namun karen masih jauh dari Nanga Mahap, sehingga ada kesulitan bagi masyarakat terutama yang berhubungan dengan waktu dan biaya yang harus dikeluarkan.
“Untuk itu Pemkab Sekadau berniat membangun BBI di daerah ini, disamping itu lokasi BBI itu juga sangat strategis letaknya karena itu kedepan bukan tidak mungkin akan lahir pengusaha-pengusaha ikan dari daerah setempat yang sukses,” kata Bupati memberi harapan.
Mengapa lokasi itu yang dipilih bukan daerah lain, Bupati menyebutkan karena berdasarkan penelitian bahwa daerah ini sangat potensial untuk dijadikan pengembangan benih ikan. Ke depannya diharapkan BBI ini disamping mengembangkan ikan, untuk konsumsi tetapi juga untuk pengembangan ikan yang memiliki ekonomis tinggi dengan harga jual yang mahal dan memiliki ciri khas daerah dalam hal ini ikan somah maupun ikan-ikan lokal lainnya seperti ikan kalui atau gurami, jelawat, maupun tengadak.
Sementara itu kepala dinas pertanian, perikanan dan peternakan kabupaten sekadau Adrianus Adrianto Gondokusumo dalam sambutannya mengtakan bahwa pembangunan BBI untuk tahap pertama memerlukan area seluas 6,3 hektar yang terletak di Lembah yang dikepung oleh gunung yang bernama Tapang Tebuk. Pembangunan BBI itu, lanjutnya menggunakan anggaran DAK senilai Rp980 juta dan dana sharing APBD Kabupaten Sekadau tahun 2010 senilai Rp98 juta.
Dia menjelaskan, pembangunan BBI itu dilakukan secara bertahap, untuk tahap pertama dibangun kolam berserta rumah petugas dan kantor, untuk tahap selanjutnya akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Berhasil atau tidaknya perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga proyek ini dapat berjalan seperti yang diharapkan. Terutama partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan yang ada disekitar lahan BBI ini, sehingga tidak mengalami kekurangan debit air terutama pada musim kemarau.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
