Pembangunan pada sektor pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi. Khususnya untuk meningkatkan taraf hidup petani, disamping untuk mendukung pertumbuhan industri. Bahkan sektor ini merupakan subsektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, subsektor perikanan termasuk juga peternakan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sekadau mencatat pada tahun 2009 di seluruh kabupaten, luas lahan panen padi mencapai 12.570 Ha. Luas lahan itu baru mampu menghasilkan 32.676 ton gabah kering giling (GKG) dinilai masih jauh dari target. Sementara, untuk luas panen jagung dan ubi kayu mencapai 415 Ha dan 193 Ha dengan produksi masing-masing 828 ton dan 2.546 ton.
“Kalau dilihat data luas lahan panen padi ini sebetulnya masih belum sebanding dengan hasil produksi per tahun yang sedikit,” kata Yadi, warga Sekadau, kemarin.
BPS juga mencatat hasil sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura terdiri dari jenis sayur dan buah-buahan. Untuk jenis sayuran di Sekadau BPS mengklaim menghasilkan produksi terbanyak adalah mentimun, dengan luas panen mencapai 57 Ha dan hasil produksi sebanyak 70,1 ton. Sedangkan untuk buah-buahan, produksi terbanyak adalah durian dengan luas panen 106.170 pohon menghasilkan produksi 4.663 ton.
Sektor perkebunan, Sekadau merupakan salah satu kabupaten penghasil perkebunan terutama karet dan kelapa sawit. Pada tahun 2009 produktifitas karet mencapai 0,71 ton per Ha dengan luas areal tanaman yang sudah menghasilkan 27.100 Ha yang merupakan lahan terbanyak dikelola oleh petani tradisional perorangan.
Menurut Yadi, jika Pemkab melalui instansi terkait mau berbuat perlu lebih mengoptimalkan pendidikan kepada para petani di lapangan bagaimana cara bertani modern dengan sejumlah alat maupun infrastruktur pendukung.
“Sekarang sarana irigasi, jalan tani, alat pendukung kerja sebagian kelompok tani sudah menunjang, tinggal bagaimana dinas mendorong petani kita termasuk memberikan sejumlah pelatihan secara rutin. Barang tentu hal ini secara tidak disadari bisa membantu meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan,” kata Alumnus Fakultas Pertanian, UPB Pontianak.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
