You are here

BBM Langka, Dewan Ajak Awasi Penyalurannya

Selama kurang lebih empat hari berturut-turut atak sejak Minggu 14 Maret hingga Selasa 16 Maret 2010, lalu beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sekadau mengalami kelangkaan.

Menyikapi kelangkaan BBM yang kerab kali terjadi di Kabupaten Sekadau itu, anggota DPRD Kabupaten Sekadau H. Saharudin mengajak kepada seluruh masyarakat kabupaten Sekadau untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap penyaluran yang dilakukan oleh oknum pengelola SPBU di Sekadau.


Dalam pernyataanya tersebut Saharudin juga meminta kepada pihak kepolisian untuk memantau secara intensif penyaluran BBM yang dilakukan oleh SPBU Kabupaten Sekadau. Bila dalam penyaluran tersebut tidak tepat sasaran, Saharudin SPBU yang bersangkutan diproses oleh pihak berwajib sesuai peraturan.


“Tidak hanya polisi saja yang turut serta dalam melakukan pengawasan penyaluran BBM itu, tetapi peran serta masyarakat juga sangat diharapkan, karena kita takut ada oknum SPBU dengan pihak-pihak lain yang saling kelip mata,” ungkap Saharudin ketika ditemui di ruang kerjanya Senin (15/3), sehari menjelang hari raya Nyepi.


Saharudin anggota dewan yang terpilih selama dua periode berturut-turut ini menilai bahwa setiap BBM yang didistribusikan Depok Pertamina Sintang ke SPBU Sekadau adalah murni untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk kebutuhan industri.


“Kita minta kepada masyarakat untuk mengawasi mobil tengki BBM yang masuk ke daerah perusahaan sawit di Sekadau, jika mobil yang bersangkutan masuknya kadang ada, kadang tidak, itu patut dicurigai, tetapi kalau mobil tengki yang masuknya secara rutin, mungkin tidak ada masalah, karena mungkin ada kontrak antara pihak perusahaan atau pertamina,” kata legislator PKS ini dengan nada meminta.


Ketika ditanya tentang kondisi kelangkaan BBM yang kerap kali terjadi di Sekadau, Saharudin dengan gamblang menyatakan peristiwa ini harusnya tidak terjadi, karena ini bukanlah sesuatu yang baru bagi pihak Pertamina.

“Pihak Pertamina ini sebenarnya sudah tahu berapa ton BBM yang harus didistribusikan ke SPBU Sekadau, tetapi mereka pura-pura tidak tahu, akibatnya BBM sering langka di Sekadau,” ujar Saharudin


Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sekadau Ade Rahcmat Suhada, kepada wartawan Selasa (16/3) lalu.


Dalam pernyataanya itu, Ade juga dengan tegas meminta kepada SPBU supaya selalu menyediakan stock untuk kebutuhan masyarakat Sekadau pada masa-masa sulit seperti yang tengah dihadapi oleh masyarakat Sekadau.