You are here

Stok BBM PLN Sanggau Kritis

PLN Cabang Sanggau yang membawahi empat kabupaten  meliputi Sekadau, Melawi,

Sintang dan Kapuas Hulu saat ini sedang di ujung tanduk. Stok Bahan Bakar

Minyak (BBM) untuk pembangkit dalam kondisi kritis.

Sebagaimana disampaikan Alex Kwa BE SE, Manajer PLN Cabang Sanggau saat Jumat (27/8) kemarin menjelaskan bahwa kondisi BBM di PLN Cabang sanggau semakin menipis. Jika kondisi tersebut tidak ada perubahan hingga lebaran nanti maka

kemungkinan pemadaman bergilir bisa saja terjadi di banyak daerah.


Seperti tertuang dalam daftar laporan yang ditunjukkan manajer PLN Cabang

Sanggau menunjukkan Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Melawi, Sintang

dan Kapuas Hulu dapat digolongkan rawan, bahkan kritis. Misalnya untuk

pembangkit sistim pembangkit Semboja dimana kebutuhan BBM per harinya 60

ton, saat ini stoknya hanya tersisa untuk 3 hari.

Selanjutnya di Menyurai yang kebutuhan BBM per harinya juga 60 ton, stoknya hanya cukup untuk 2 hari. Di Sidomulyo kebutuhan BBM per harinya 19 ton, stoknya hanya untuk 3 hari.

Di Kabupaten Sekadau yang kebutuhan BBM per hari 4 ton, stoknya hanya untuk

4 hari. Di Balai Karangan kebutuhannya 8 ton BBM per hari, stoknya tinggal 5

hari, dan di Putussibau yang per harinya membutuhkan 17 ton BBM, stoknya

tinggal untuk 3 hari.


“Jika tangki-tangki penampungan BBM di setiap Ranting/PLTD tersebut penuh

setiap saat, maka stok BBM kita akan relatif aman,” ujarnya

Dijelaskan pula untuk menentukan stok aman BBM memang tidak mudah, karena

penampungan milik PLN terkadang terkendala dengan stock Pertamina yang

kosong, dan kuota atau jumlah kebutuhan yang diminta tidak sesuai dengan

yang disupplay, jika tangki penampungan BBM milik PLN di masing-masing

PLTD/Ranting penuh, sebenarnya stok BBM akan relatif  aman. Misalnya tangki

penampungan BBM di Semboja kapasitasnya bisa 450 ton dan bisa untuk stok

selama 8 hari. Tangki di Menyurai bisa menampung sebanyak 1.100 ton untuk 16

hari, di Sidomulyo bisa menampung 211 ton untuk 10 hari, di Balai Kararangan

dapat menampung 142 ton untuk 18 hari dan di Kapuas Hulu kapasitasnya 447

ton untuk kebutuhan 30 hari.


Melihat kondisi stok minyak untuk pembangkit listrik PLN yang tengah kritis

tersebut, Alex Kwa selaku manajer PLN Sanggau telah mengajukan permintaan

sebanyak 400 kilo liter yang diangkut via transportasi air menggunakan

ponton menuju Sintang150 kilo liter menggunakan armada transportasi darat.