“Mohon izin meneruskan sms dari Dir Intel Polda Kalsel. Untuk di waspadai sebagai informasi beredarnya SMS bersifar sara di daerah kalteng dan kalbar, telah turun ke kalimantan 41 orang eksekutor terlatih M....., yang semuanya adalah keluarga korban tragedi Sambas dan Sampit intinya adalah balas dendam mereka berani mati dan target operasi adalah 8 kabupaten Kita warga D..... harus waspada dilingkungan masing-masing dan sebarkan sms ini ke warga D....” (beberapa kata segaja disamarkan.red)
“Mohon izin meneruskan sms dari Dir Intel Polda Kalsel. Untuk di waspadai sebagai informasi beredarnya SMS bersifar sara di daerah kalteng dan kalbar, telah turun ke kalimantan 41 orang eksekutor terlatih M....., yang semuanya adalah keluarga korban tragedi Sambas dan Sampit intinya adalah balas dendam mereka berani mati dan target operasi adalah 8 kabupaten Kita warga D..... harus waspada dilingkungan masing-masing dan sebarkan sms ini ke warga D....” (beberapa kata segaja disamarkan.red)
Demikian isi pesan singkat melalui HP bernomor 085751492370 yang beredar dikalangan masyarakat Entikong sejak 8 Maret 2010 lalu. Beberapa masyarakat sempat mempertanyakan kebenaran isi pesan sms yang berbau SARA seolah mengungkit kerusuhan etnik yang tersebut.
Hal tersebut disampaikan Suyono dan Sukardi Tokoh Agama Khatolik, Desa Semangit Kecamatan Entikong, Kamis, (11/3) kemarin saat dijumpai di Maplores Sanggau.
Disampaikan Sukardi bahwa isi pesan tersebut nampak bermuatan provokasi yang sengaja disampaikan pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak ingin Sanggau serta Kalimantan Barat pada umumnya hidup damai berdampingan.
“Banyak yang sudah dapat SMS seperti ini, namun hingga saat ini kami sudah menyampaikan kepada mereka untuk tidak mempercayai isu tersebut dan jangan diambil pusing,” ujar Sukardi.
Dirinya sejak menerima pesan tersebut juga telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Entikong untuk mendapat kepastian tentang hal tersebut.
Saat dikonfirmasi kepada Kapores Sanggau AKBP I Wayan Sugiri, Msi. perihal SMS tersebut apalagi didalam pesannya juga disebutkan nama institusi kepolisian di jajaran Polda menjelaskna bahwa isi pesan singkat itu tidak ada kebenarannya dan menghimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh.
“Itu hanya dibuat-buat saja agar masyarakat terpengaruh dan masyarakat jangan mudah percaya,” ujar Kapolres.
Selain itu Kapolres juga menjelaskan bahwa pihaknya juga akan terus menyelidiki siapa penyebar SMS tersebut karena isi pesannya juga membuat masyarakat resah dan tidak nyaman.
Ditambahkan Kasat Intel Polres Sanggau AKP Gunawan SIK bahwa sms tersebut sebenarnya sms yang sudah pernah diangkat pada tiga tahun lalu dimana dirinya masih bertugas di Polda Kalbar, dan begitu juga saat dirinya bertugas di Sambas juga terdapat SMS serupa namun hanya pada awal kalimat redaksinya saja dirubah.
“Sudah pernah ada SMS serupa ditiga tahun lalu, namun karena masyarakat sudah semakin pintar dan tidak mudah terprovokasi maka sms tersebut tidak berpegaruh apa-apa dan lambat laun isu tersebut hilang dan muncul lagi tahun ini di Entikong,” ujar Gunawan mendapingi Kapolresnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
