You are here

Siswa SMK Tridarma Meregang Nyawa

Rahadi (16) siswa SMK Tridarma Sanggau, menghembuskan nafas terakhirnya sesaat sebelum dibawa ke RSUD Sanggau setelah sebelumnya menabrak bis di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (7/11).

Yulius Johan (15) siswa SMPN 04 Sanggau, yang saat peristiwa kecelakaan terjadi dibonceng oleh Rahadi, mengatakan mereka mengendarai sepeda motor KB 2214 U dengan kecepatan tinggi sebelum sebuah menabrak bis jurusan Sanggau - Balai Karangan KB 7627 D.

Kala itu, mereka hendak berpindah tempat kost dari Sanggau Permai ke Simpang Embaung sehingga mengharuskan mereka untuk berangkut barang perlengkapan sehari-hari dan untuk kesekian kalinya mereka mengangkut ember, sehingga Rahadi meminjam motor milik Martinus Sikim (16) yang juga rekan korban.

Untuk mempersingkat waktu karena status motor mereka adalah motor pinjaman, maka dengan memacu motor dengan cepat adalah satu pilihan mereka.

Di tengah perjalanan, yang tidak jauh dari SPBU Bunut, laju kendaraan mereka terhalang sebuah sepeda motor sehingga Rahadi memilih menyalip motor tersebut ke sisi kanan. Malang,  satu buah lubang besar tepat berada di depan mereka sehingga Rahadi memilih mengarahkan kendaraan lebih melebar ke kanan kembali, namun naas, bis yang saat itu tengah berjalan lamban dan berlawanan arah sudah menanti mereka sehingga kecelakaan tidak dapat terelakkan.

“Saya gak sadar setelah menghindar motor,” kata Johan saat di rawat di UGD RSUD Sanggau.

Sesaat sebelum kendaraan dan korban tersungkur di aspal tersebut, motor dan korban sempat menabrak bemper bis berwarna merah maron itu, hingga kaca depan juga mengalami pecah selebar helem.

Para sopir truk yang saat itu tengah mengantre di SPBU sontak berhamburan dan memberikan pertolongan namun naas nyawa Rahadi tidak dapat diselamatkan dan Johan mengalami patah kaki sebelah kanan dan luka lecet di tangan dan dagu.

“Memang kami laju, dia sih pakai helm tapi saya gak pake,” kata Johan.

Saat dikonfirmasi kepada Kapolres Sanggau, AKBP Winarto menjelaskan kasus laka lantas tersebut tengah ditangani Polres Sanggau dan kedua kendaraan saat ini diamankan di Mapolres untuk pemeriksaan termasuk A (40) sopir bis.

Dikatakan Winarto, selain akibat dari ugal-ugalan saat mengendarai kendaraan di jalan raya, kondisi jalan yang menikung dan banyaknya truk yang memakan sebagian jalan saat mengantri Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Bunut dan diperparah kondisi jalan yang rusak membuat kecelakaan tersebut terjadi.

“Secara detail masih didalami oleh Satlantas, namun kondisi human error bisa dijadikan salah satu penyebabnya,” kata Winarto.

Dikatakannya, selain kecelakaan yang terjadi di tikungan Bunut tersebut, jajaran Polres Sanggau juga telah melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat dan juga berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), agar saat parkir kendaraan tidak berada di tikungan, atau dekat dengan jalan yang rusak.

Walau kewenangan penertiban kendaraan yang parkir sembarangan tersebut merupakan kewenangan Dinas Perhubungan dan Komunikasi, namun ke depan setelah terlalu sering dilakukan sosialisasi diberikan, maka tindakan penilangan sangat dimungkinkan untuk dilakukan.

“Kalau parkir kendaraan memakan badan jalan dan dapat membahayakan pengguna jalan raya, tidak ada salahnya jika kita tertibkan,”  imbuhnya.