Ketua Komisi C, Salipus Sali, mengaku kecewa dengan adanya penundaan tersebut. Dirinya mengaku persoalan BBM adalah persoalan yang sangat mendesak di Kabupaten Sanggau, apalagi menurut dia, sejak informasi KM Rahmatia Sentosa yang ambruk di muara Jungkat bergulir ke daerah melalui media massa. Imbasnya, masyarakat menjadi panik dan penimbunanpun tak terelakkan.
“Komisi C merasa kecewa atas ketidakhadiran sembilan pengusa, rapat kami lanjutkan tanggal sembilan minggu depan,” ujar Salipus, , Kamis (3/3) kemarin.
Selain anggota komisi, yang hadir pada saat itu hanya dari pihak Polres Sanggau, Sat Pol PP, Desperindagkop dan Dinas Perhubungan. Kendati pertemuan masih akan dilanjutkan pekan depan, Salipus Sali tetap meminta aparat keamanan serta dinas terkait untuk lebih memperketat pantauannya dilapangan. Karena menurut dia, stok yang disediakan Pertamina untuk Kabupaten Sanggau masih stabil dan cukup. Namun karena gencarnya pemberitaan di media tentang kelangkaan, BBM di Pontianak, membuat spekulan-spekulan melakukan ‘lelang’ harga eceran. Dan akhirnya, tetap saja konsumen yang merasa dirugikan.
“Stock BBM cukup sebenarnya, saya minta masyarakat jangan panik, kondisi ini akan baik sepanjang diawasi. Dan kita meminta kepada pihak petugas untuk menertibkan antrean ini. Pelayanan terhadap kendaraan yang lebih diutamakan,” pintanya.
Dan sebaliknya, dirinya menuding, bahwa mengularnya antrean di setiap SPBU di Kabupaten Sanggau beberapa pekan terakhir ini, lebih disebabkan lemahnya pengawasan dari instansi terkait. “Pengawasannya tidak jelas,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi, Aloysius Iwan menandaskan, pihaknya masih belum mendapatkan konfirmasi apapun seputar ketidakhadiran para pengusaha itu. “Surat sudah kita sampaikan melalui dinas terkait, apakah suratnya (undangan) yang belum sampai, atau sebab lain, kita juga belum tau,” katanya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
