You are here

Polres Sanggau Bekuk Pelaku Perampokan di Sintang

Satu lagi hasil quick respon yang dilakukan jajaran Polres Sanggau jeringan

rampok yang juga merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sintang

berhasil dibekuk tanpa perlawanan di RM Rangkiang depan cantor DP2KAD

Sanggau. Minggu (1/8) sekitar 13.00 wib.

Tanpa perlawanan beberapa anggota gabungan yang dipimpin Ipda Irna Pulpita

Sari lengkap dengan membawa senjata SS1P2 tiga DPO yakni Edi Kasim (42)

warga Arang Limbung, Farhan (25) warga Sei Ambangah Kubu Raya dan Martin

(27) warga kecamatan Ngabang bersama barang bukti.


“Usai menerima laboran dari Sintang kami langsung menggelar koordinasi dan

langsung gelar kekuatan,” Ujar kapolres  Sanggau AKBP I Wayan Sugiri

didampingi Kasat reskrimnya AKP Slamet Nanang Widodo MH.


Dijelaskannya bahwa dari tangan pera tersangka diamankan barang bukti sebuah

mobil inova silver KB 1881 AV, lima buah handphon berbagai merek, besi pipa,

gunting seng, tang pemotong kawat beton berukuran besar, golok, pisau daging

dan sangkur kobra.


Dari keterangan tersangka bahwa mereka merupakan satu tim yang terdiri dari

dua kelompok dimana modusnya mengambil semua yang dapat diambil termasuk

aksi mereka mencuri ratusan kilo karet di Sintang dan Nanga Silat Kapuas

Hulu.


Tim pertama ádalah tim yang dipimpin langsung oleh Memet dan kawanan ini

yang terdiri Memet sendiri , andi, Sisu, dan Riki telah lebih dahulu dibekuk

lantaran mobil yang mereka tumpangi menabrak tiang listrik dan mengakibatkan

Memet meninggal ditempat, dan ketiga lainnya mengalami luka dan Tim kedua

adalah tim Farhan, Edi Kasim dan Martin yang dibekuk di Sanggau.


Estela dilakukan pemeriksaan barang bukti dan juga ketiga tersangka langsung

diserahkan langsung Kapoltres Sanggau lepada Polres Sintang yang diwakili

kasat Reskrimnya AKP Doni Lumban Turung SH SIK di Polres Sanggau.


“Mereka menurut LP telah melakukan pencurian dengan pemberatan di dua lokasi

yakni di Polsek Kelam dan di Polsek Dedai dan mereka akan kami periksa lebih

lanjut dan kami konfontir dengan tim mereka yang terlebih dahulu

tertangkap,” ujar Doni.