Bayi mungil yang lahir di WC karyawan PT Erna Djuliawati, Desa Sungai Muntik, Kecamatan Kapuas yang persalinannya dilakukan sendiri oleh sang ibu diatas kloset harus bernasib malang karena dikubur di bawah tanaman bunga oleh ibunya sendiri, MA (24).
Sebagian ibu yang waras pasti akan mengumpat jika melihat aksi salah
satu karyawati perusahaan kayu terbesar di Sanggau ini. Setelah sembilan bulan mengandung jabang bayi yang tidak berdosa tega mengubur sang bayi mungil dengan berkafan baju seragam kerja sang ibu dan dimasukkan dalam kantong plastik dua rangkap.
Seperti disampaikan Kapolres Sanggau AKBP I Wayan Sugiri melalui
Kaplolsek Kapuas AKP Iwan Kartiwa didampingi Kanit Resintel Aiptu Sri
Mulyono menjelaskan peristiwa keji tersebut terjadi pada Senin 30
Agustus 2010, sekitar pukul 00.00 WIB lalu dan baru diketahui Sabtu, 4
September 2010, sekitar pukul 00.00 WIB, anggota Polsek Kapuas
mendapatkan telephon dari Satpam PT Erna Djuliawati yang bermula
kecurigaan akan salah satu karyawati yang biasanya beruya buncit namun
tiba-tiba terlihat normal (kempis).
Sejurus dengan itu sekitar pukul 01.15 WIB,anggota Polisi pun langsung
turun ke lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tepat kejadian
perkara, juga memintai keterangan terhadap karyawati lajang asal Desa
Menyabo Kecamatan Tayan Hulu itu.
dari keterangan MA kepada pihak kepolisian menjelaskan bahwa dia
melahirkan bayi itu, di dalam WC Mess Karyawan Putri. dengan cara
duduk jongkok seperti layaknya orang buang air besar di closed. Dan
seperti tanpa beban tangan MA sendiri yang menyambut bayi itu keluar
dari jalan lahir dan selanjutnya diletakkkan di lantai WC. Bayi yang
masih bergerak-gerak tersebut dibiarkan beberapa saat dilantai wc dan
selanjutnya dibungkus dengan pakaian kerjanya.
Entah apa yang terbersik dihati seorang ibu muda ini, bayi tersebut
tidak langsung dikubur oleh MA, namun masih disimpannya di depan
kamarnya nomor 205 di sebuah ember, dan dia masih bekerja seperti
biasa. Pada malam harinya, bayi itu dibawanya ke belakang mess putri,
yang ada deretan bunga
“Bayi dikubur sendiri oleh MA dibelakang mess putri dan liang kuburnya
tidak dalam karena proses menggalinya hanya menggunakan tangan
kosong,” ujar Iwan.
Belum banyak yang dapat diperoleh keterangan MA kerana masih terlihat
depresi sebab aksinya tersebut diketahui oleh pihak berwajib.
Ditambahkan Iwan, bahwa bayi yang dikuburnya tersebut merupakan hasil
hubungan di luar nikah dengan seorang pria yang juga karyawan di
perusahaan yang sama, namun lantaran takut di pecat dan dirinya sudah
melahirkan maka pikiran untuk melaksanakan aksi tersebut menjadi salah
satu pilihan.
“Pengakuan tersangka, bayi itu merupakan hasil hubungan gelap dengan
kekasihnya yang juga sama-sama bekerja di perusahaan itu. Saat ini, MA
masih sedang kita proses lebih lanjut,” pungkasnya
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
