You are here

Kunker, Gubernur Kampanyekan Toleransi Beragama

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, SH, MH melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sanggau, Minggu (06/11) kemarin. Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Kurban 1432 H, kunjungan Gubernur itu dalam rangka menyerahkan bantuan hewan kurban kepada pengurus Masjid Agung Al-Mu’awwanah Sanggau.

Dalam inti pidato yang disampaikannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Kalbar khususnya Sanggau, untuk menjunjung tinggi toleransi beragama. Kendati demikian, sejauh ini, orang nomor satu di Kalbar itu menilai, kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Sanggau patut dipuji. Oleh karena itu, dia meminta kerukunan yang telah terjalin itu, agar terus dijaga dan dibina. Menanggapi kondisi fisik masjid, Gubernur mengatakan akan berusaha membantu melalui dana APBD provinsi

 Kehadiran Gubernur berserta Ibu Federika Cornelis langsung disambut oleh Bupati Sanggau, Ir. H Setiman H Sudin beserta istri, Wakil Bupati Sanggau,Poulus Hadi,SIP,MSI beserta istri, Sekda Sanggau,C. Aspandi, Asisten III Pemkab Sanggau, Ketua DPRD Sanggau, Andres Nyas,S.Ag, Raja Sanggau Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, Drs.H Gusti Arman,MSI beserta istri serta tokoh agama, tokoh masyarakat serta pengurus Masjid Agung Al-Mu’awwwanah Sanggau.

 Selanjutnya, Bupati Sanggau, Ir. H Setiman H Sudin dalam sambutannya menjelaskan, tentang seputar pelaksanaan hari raya Idul Adha, termasuk jumlah dan distribusinya. Bupati menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Gubernur Kalbar yang telah bertandang di Bumi Daranante dan melihat kondisi masyarakat di sana.

 Senada dengan itu, Ketua Pengurus Masjid Agung Sanggau, H. Abang Syafi’i, S.Sos juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Gubernur Kalbar yang telah menyumbangkan hewan kurban untuk disembelih di Masjid Agung Sanggau.

 Pria yang akrab disapa Ama Fi’i itu juga menyampaikan seluruh kondisi masjid termasuk kondisi fisiknya yang saat ini butuh perhatian. Ama juga memaparkan seluruh kegiatan pengurus Masjid yang tidak hanya terbatas pada rutinitas shalat saja, namun berbagai kegiatan ibadah lainnya seperti pengajian yang dilakukan secara rutin oleh pengurus.