Minah (45) warga Desa Sailabab, Kecamatan Jawai Selatan, khusuk mengikuti materi manasik yang disampaikan Hudaya Safari, biro perjalanan haji khusus dan umroh. Ia membaur bersama sepuluh peserta umroh lainnya, di ruang kampus, Lembaga Pendidikan Dakwah Kampus (LPDI) Sambas, Kamis ( 12/3).
Minah (45) warga Desa Sailabab, Kecamatan Jawai Selatan, khusuk mengikuti materi manasik yang disampaikan Hudaya Safari, biro perjalanan haji khusus dan umroh. Ia membaur bersama sepuluh peserta umroh lainnya, di ruang kampus, Lembaga Pendidikan Dakwah Kampus (LPDI) Sambas, Kamis ( 12/3).
Minah sendiri awalnya tak menyangka bisa mengikuti perjalanan umroh. Maklum saja, ia adalah ibu beranak empat, kesehariannya hanya petani padi, di desanya. Lantaran pada suatu kesempatan, ia ikut pawai Ramadhan, yang berlangsung tahun lalu. Di penghujung acara, ada penarikan undian paket Umroh, dan ia adalah pemenangnya. Ketika namanya disebut, ia langsung sujud syukur, diselingi Isak tangis bahagia.
Malamnya, ia memang sempat bermimpi, dimana, di laur jendela rumahnya mendadak datang angin kencang, diserati hujan lebat. Seketika muncul cahaya terang di luar jendela. Seketika hujan dan angin badai menghilang.
Mimpi itu membawa tanda, ia diberi kesempatan untuk mengikuti paket umroh, rencananya akan diberangkatkan oleh yayasan Hudaya Safari, Sabtu (14/3). Hudaya Safari sendiri adalah salah satu badan usaha dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Sambas.
Peserta lain yang mengikuti perjalanan umroh, adalah Markaji,(78), warga desa Mulia, kecamatan Teluk Keramat. Barangkali sudah panggilan dari Nya, ia diberi kesempatan untuk menikmati ibadah umroh. Padahal keseharian Markaji adalah petani padi. Ia mampu menangung biaya perjalanan umroh sendiri dibantu oleh ke tujuh anaknya,yang sudah bekerja. Ada yang pegawai, dan ada yang berwirausaha.
Misni Safari, ketua Hudaya Safari menyatakan,tahun ini pihaknya mengirimkan sepuluh peserta umroh. Dan ini adalah tahun pertama, sejak Hudaya Safari dibentuk pada Oktober 2009.
Hudaya Safari sendiri terbentuk ada enam belas cabang, diantaranya,Cirebon, Papua, Makasar, dan lainnya. sementara di Kalbar, hanya ada di Sambas. Total keseluruhan peserta yakni sebanyak 43 peserta umroh. Dan dana perjalanan yang akan disiapkan tiap peserta sekitarRp 20 juta.
Selesai melangsungkan pembekalan manasik umroh, peserta umroh dilepas langsung Wakil Bupati Sambas, Sri Juliarti.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
