Ratusan warga Dusun Lubuk Dagang, Kecamatan Sambs, Kabupaten Sambas menderita penyakit gatal- gatal. Diduga berasal dari Sungai Teberau kondisinya sudah keruh karena limbah penambang emas tanpa izin (PETI). Padahal air sungai setiap harinya digunakan warga untuk keperluan mandi dan cuci kakus.
Tuti ( 28), salah satu warga asal Dusun Lubuk Lagak dan anaknya Faisal ( 2) terkena penyakit gatal-gatal, seperti bisul pada kaki anaknya semenjak mulai pandai berjalan. “Karena kita mandi menggunakan air sungai yang kabut. Dalam satu keluarga kami bertiga kena penyakit gatal –gatal. Bahkan kakaknya Faisal juga terjangkit gatal- gatal. Kecuali ayahnya,” kata Tuti.
Kepala Dusun Lubuk Lagak, Abdul Muis mengatakan dari 1.113 warganya terindikasi menderita penyakit gatal- galat mencapai 30 persen.Wabah penyakit gatal- gatal mulai menyebar ke pemukiman seperti bisul,cacar dan campak diduga karena dampak limbah sawit dan peti yang mengalir dari Sungai Balai ke Sungai Teberau.
Abdul Muis menambahkan, pihaknya sudah melaporkan permasalahan ini ke pihak desa,camat, Pemkab Sambas dan DPRD untuk dapat menindaklanjuti supaya sungai Teberau dapat di pulihkan seperti dahulu. “Tapi hasilnya nihil. Sungai kita tetap kabut,” katanya. Wajar jika warga Dusun Lubuk Lagak berharap kepada bupati terpilih dapat memulihkan Sungai Terberau menjadi bening lagi. (Amrul Ambiya/Freelancer)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
