You are here

PETI Cemari Sungai Sambas

Penambangan emas di Sambas semakin meluas. Masyarakat penambang seolah tak peduli dengan ancaman kerusakan alam dan pencemaran lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, akibat penggalian dan penggunaan logam berat mercury.

Menambang emas seolah magnet bagi masyarakat, lantaran hasilnya cukup lumayan.

Berdasarkan data pihak Kecamatan Sambas praktik penambangan emas liar sudah meluas terjadi di wilayah tiga desa yaitu Kecamatan Selakau, Kecamatan Tebas dan Kecamatan Subah.

Menurut Haya Mardiana Kabid Dampak Lingkungan mengatakan, air sungai sudah tercemar akibat PETI yang mengeluarkan limbah mercury. Padahal pada tahun 2010 pernah diadakan rajia untuk itu harus diadakan lagi razia agar tidak mencemari lingkungan khususnya sungai Kabupaten Sambas.

Sedangkan menurut Mardani, Komisi D DPRD Sambas mengatakan tidak ada dari pihak LSM maupun instansi yang terkait melaporkan tentang pencemaran sungai, dan pencemaran sungai itu sendiri masih belum diidentifikasikan tercemarnya karena apa. “Belum ada penelitian secara akademik dan Dewan tidak dapat memanggil karena masih belum jelas permasalahannya," ungkapnya.

Ardies, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) mengatakan, upaya-upaya yang dilakukan memantau secara berkala dalam monitoring sungai. Namun oleh dinas terkait tentang masalah sungai masih kurang perhatiannya. “Untuk itu diharapkan agar lebih bersatu padu memperhatikan masalah yang sangat urgen ini," ungkapnya.