Asisten Administrasi Perekonomian Kesejahteraan Sosial Pemprov Kalbar, Mayadi, menyatakan, Musrenbang merupakan produk musyawarah aspiratif dan harus peka terhadap kebutuhan masyarakat. Hasil musyawarah untuk memobilisasi sumber daya dan mendapatkan dukungan implementasi program, serta dapat melindungi masyarakat dari eksploitasi ekonomi.
Asisten Administrasi Perekonomian Kesejahteraan Sosial Pemprov Kalbar, Mayadi, menyatakan, Musrenbang merupakan produk musyawarah aspiratif dan harus peka terhadap kebutuhan masyarakat. Hasil musyawarah untuk memobilisasi sumber daya dan mendapatkan dukungan implementasi program, serta dapat melindungi masyarakat dari eksploitasi ekonomi.
Hal itu disampaikannya pada saat pembukaan Musrembang Kabupaten Sambas, di ruang Paripurna DPRD Sambas, Kamis (12/3).
Menurutnya, dengan pendekatan bottom-up, masyarakat mempunyai kesempatan besar menyampaikan aspirasi. Namun, harus ada sinkronisasi dan sinergis program dan kegiatan antara kabupaten, propinsi dan nasional. “Kita semua berharap agar apa yang menjadi perencanaan kita kedepan dapat terwujud pembangunan yang berkualitas,” kata Mayadi.
Sementara Wakil Bupati Sambas, Juliarti mengatakan, Musrembang di tingkat desa merupakan satu kesatuan dengan musyarawah rencana pembangunan daerah Kabupaten Sambas.
Namun, ia mengakui, masih banyak aspirasi tingkat desa yang belum terserap,disebabkan, masih kecilnya APBD untuk Kabupaten Sambas sehingga harus dipilah-pilah yang mana yang prioritas.
Untuk APBD Kabupaten Sambas, besarannya hanya sepuluh persen saja dari pengajuan APBD hasil Musrenbang. Merupakan kendala yang dihadapi kabupaten membagi anggaran pembangunan.
“Untuk itu, melalui Musrembang ini, bagaimana pembangunan desa sebagai ujung tombak pembangunan dengan melibatkan seluruh leading sector yang ada di Kabupaten Sambas, bersama berpartisipasi merencanakan pembangunan yang diperlukan,” kata Juliarti.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
