"Saya memang coba ke Kota Sambas lewat gerbang perbatasan antara Indonesia-Malaysia di Aruk. Pasal apa? Saya punya sanak family di Galing dan Sambas. Kalau saya lewat Entikong sangatlah jauh. Cuma ada sedikit masalah,yaitu jalan raya dari perbatasan Aruk ke Sambas sepanjang 80km masih banyak lobang sehingga saya sedikit terok sesampainya di kota Sambas,” ujarnya lagi.
Menurut Sulaiman ada sedikit kendala yang Ia hadapi. Saat membawa mobil masuk lewat Aruk harus ambil ijin mobil masuk Kal-Bar di Tebedu' dan Entikong. “Saya kesal passport perorangan sudah boleh di cop di Aruk,tapi mobil belum dapat ijin masuk Indonesia padahal kami warga Malaysia, Serawak ingin mobil kami di beri ijin masuk ke Kalbar yang ijinnya langsung di keluarkan di Biawak dan Aruk,” bebernya.
Sulaiman mengharap massalah ini cepat diselesaikan kerana tinggal tambah petugas polisi dan perhubungan saja menurutnya.
Di tambahkan Awang dirinya senang melihat keadaan masyarakat Sambas. Ramah tamah, rukun damai dan petugas di perbatasan sangatlah memberikan perhatian kepadanya walaupun baru sekali datang di Sambas. “Sudah terkesan di hati saya," ujarnya.
Di lain pihak H.A.Kadir Aziz tokoh masyarakat asal Sambas yang sering keluar masuk kota Kuching,Sarawak mengatakan setelah diresmikan oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati beberapa bulan yang lalu jalur perbatasan ke Malaysia lewat Aruk sudah mulai ramai. Contohnya banyak tamu dari Sarawak yang masuk ke Sambas dan Kalbar umumnya bawa mobil pribadi lewat jalan ini.
Memangbenar keterlambatan pemerintah memperbaiki jalan dapat menyebabkan kendala diperjalanan menuju perbatasan. Apabila perhatikan jarak tempuh menuju Kuching dari kota Sambas kurang lebih 215km ini relatif dekat. “Sebab saya berangkat dari Sambas jam 6.00 pagi pakai mobil langsung ke Kuching jam 11.00 siang sudah istirahat makan di kota Kuching. Kita berdo'a saja mudah-mudahan jalan ke perbatasan dapat segera di perbaiki agar kita tidak merasa malu pada tamu kita dari negara tetangga,” ujarnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
