You are here

Ciptakan Sambas Serambi Mekah dengan Zikir Maulid

Zikir maulid sebagai salah satu khasanah budaya Sambas memiliki arti penting untuk mewujudkan citra sebagai daerah yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Ketua Panitia Zikir Maulid Kecamatan  Sambas, Hamdini Imrani mengatakan lomba   Musabaqoh Zikir Maulid dengan tema “Melalui zikir Maulid Kita Pererat  Silaturahmi, Ukhuwah  Islamiyah” dibuka oleh Bupati Sambas, Burhannudin A. Rasyid.

Dihadiri Ketua DPD BKPRMI Sambas, dewan hakim ,18 Kepala desa se-Kecamatan Sambas, Ibu-ibu PKK, BKMT, Danramil, Camat Sambas, remaja mesjid. Pembukaan dilaksanakan  di  Dusun Dagang  Barat jam 20.00, Rabu(15/3) dilaksanakan selama 5 hari, 15-20 Maret  2011 di Mesjid Alhamid.

Hadini Imrani menambahkan maksud dan tujuan diadakan lomba Musabaqoh Zikir Maulid  adalah untuk dapat memfilter budaya asing. Sekarang Sambas  sudah  globalisasi, untuk dapat menciptkan cita-cita Sambas Serambi Mekah mulai dari tingkat angkat anak-anak, remaja putra peserta dewasa. 14 peserta  sekecamatan Sambas  diikuti oleh 14 Desa dari 18 desa. Total hadiah 6 juta, hadiah  pertama  Rp 600,000,00 tingkat dewasa, 300 ribu Remaja, Putri 300 ribu. Hadiah doorprize, piagam dan medali yang ikut tingkat anak-anak  yang nomor satu  sekabupaten Sambas. Tingkat TPA karna lolos FASI (Festival Anak Soleh Indonesia) untuk tampil tingkat propinsi sekaligus sari tilawah indah.

Bupati SambasBurhannudin Arsyid  mengaku sangat gembira dengan dibukanya lomba Zikir Maulid. "Bawa bakak ke mensere. Di malam suntuk bawa  pusake. Dari Neaki sape nang suke malam itok jak Bupati" dengan logat bahasa Melayu Sambas.

Harapan Bupati dengan Musabaqoh Zikir Maulid  duntuk menjadikan Sambas Serambi Mekah mulai dari kampung-kampung. Zikir maulid  adalah seni  budaya  masyarakat melayu Sambas  yang bernuansa Islami.

“Tiap tahun kita adakan Lomba Musabaqoh Zikir Maulid. Adat bersedikan syara'. Syara’ bersendikan Quran Hadis. Untuk kita masyarakat Sambas dapat  mengamalkan Quran dan Hadis,” Ungkap Bupati dengan gembira.