Meski telah mendapat sejumlah penghargaan, Bupati Sambas periode 2006-2011, Burhanuddin A. Rasyid mengaku masih banyak tantangan pembangunan yang harus dihadapi pemimpim Sambas ke depan.
”Di balik berbagai keberhasilan yang telah dicapai, disadari bahwa dalam pelaksanaan program prioritas dari setiap agenda pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Sambas tahun 2006 - 2011, masih belum sepenuhnya optimal dan masih terdapat berbagai kekurangan akibat berbagai keterbatasan, baik lingkungan internal maupun eksternal,” ujar Bupati saat diwawancarai.
Dalam melaksanakan urusan desentralisasi, tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan, serta aspek tataran pengambil kebijakan dan tataran pelaksana kebijakan di kabupaten sambas selama tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 diterangkan Burhanuddin ditemui permasalahan-permasalahan.
Salah satunya Prasarana kerja belum memadai terutama sarana pendukung mobilitas pegawai melaksanakan tugas lapangan seperti kendaraan roda 2 maupun roda 4 yang sangat diperlukan tenaga penyuluh pertanian perikanan kehutanan perkebunan, tenaga penyuluh kesehatan, dan tugas-tugas lainnya yang memerlukan mobilitas tinggi di lapangan dengan cakupan wilayah yang luas dan sulit terjangkau.
Masalah lain tutur dia berkaitan dengan Sumber daya manusia yang masih terbatas baik dari segi kuantitas maupun kualitas dibandingkan dengan volume pekerjaan. Cakupan wilayah yang luas dan pelayanan yang harus diberikan, seperti kurangnya tenaga pengajar atau guru dan tenaga medis atau paramedis di daerah-daerah terpencil dan pegawai yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi.
”Dana yang tersedia dalam APBD untuk membangun atau merehabilitasi sarana dan prasarana fisik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan jembatan dan irigasi, air bersih, sanitasi dan lingkungan, serta pengembangan sektor pertanian, perkebunan, industri, perdagangan, dan pariwisata masih sangat terbatas akibat dari minimnya sumber-sumber pendapatan asli daerah yang bisa digali dan dikembangkan,” tuturnya.
Pekerjaan rumah lainnya, diungkapkan Bupati yakni Pasokan listrik dari PLN masih sering mengalami gangguan sehingga menghambat pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Sambas serta menjadi kendala serius bagi pemerintah daerah dalam menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Sambas.
Sementara wujud hasil penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2006-2011, Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas telah mendapat berbagai penghargaan atas dedikasi dalam kemampuan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Disampaikan Bupati Sambas, Ir H Burhanuddin A Rasyid dalam sambutan pidato pengantar LKPj Akhir Masa Jabatan dan TA 2010 di Gedung DPRD Kab Sambas, beberapa waktu yang lalui, diantaranya;
(1) Piagam Pengharagaan Ketahanan Pangan Dari Presiden Republik Indonesia, Tahun 2008.
(2) Meretas Ketertinggalan Awards, Tahun 2008.
(3) Mipi Awards Atas Pengabdian Yang Konsisten Dalam Mendorong Perbaikan Penyelenggaraan Pemerintahan Di Indonesia Dari Mipi (Masyarakat Ilmu Pemerintahan Di Indonesia), Tahun 2009.
(4) Piagam Penghargaan Dari Kepolisian Republik Indonesia Daerah Kalimantan Barat Resor Sambas, Atas Prestasi Dan Dedikasi Dalam Keikutsertaan Membantu Polres Sambas Dalam Mewujudkan Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat, Tahun 2009.
(5) Piagam Penghargaan Dari Dewan Harian Nasional Atas Peran Serta Pengabdiannya Dalam Upaya Melestarikan Jiwa, Semangat, Dan Nilai-Nilai 45, Tahun 2009.
(6) Penghargaan Dari Wwf (World Wild Fund) Dalam Rangka Pengelolaan Habitat Peteluran Penyu Di Kecamatan Paloh, Tahun 2009.
(7) Penghargaan Agro Inovasi 2009 Dari Menteri Pertanian Dalam Kategori Agro Inovasi Peningkatan Adopsi Teknologi, Tahun 2009.
(8) Piagam Penghargaan Dari Muri (Mesium Rekor Indonesia) Atas ”Replika Jeruk Terbesar”, Tahun 2010.
(9) Penghargaan Dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Direktorat Jendral Strategi Pertahanan Dan Direktorat Jendral Wilayah Perbatasan Atas Sosialisasi Penegasan Batas Negara Ri – Malaysia, Tahun 2010.
(10) Penghargaan Dari Kementerian Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, Tentang Kota Terpadu Mandiri Di Kawasan Transmigrasi, Tahun 2010
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
