Sabtu, 3 Januari 2009 14:22
Rosalinda
Borneo Tribune, Pontianak
Pedagang ayam untung besar menjelang perayaan tahun baru. Banyak orang membeli ayam untuk pesta sambut pergantian tahun.
Tahun Baru di Kota Pontianak, juga dirayakan sebagaimana kota-kota lainnya di Indonesia. Pakai terompet, pesta kembang api dan pesta bakar ayam, baik diadakan antara sesama teman dalam lingkungan keluarga. Pada saat mau menjelang malam tahun baru, banyak masyarakat mempersiapkan keperluan acara pergantian tahun. Khususnya, banyak masyarakat sejak pagi sudah pergi berbelanja. Salah satu pasar yang dituju adalah, Pasar Dahlia yang terletak di Sungai Jawi.
Pasar ini banyak dikunjungi masyarakat, tidak seperti hari biasanya. Selain belanja untuk keperluan sehari-hari, mereka juga belanja untuk persiapan tahun baru. "Jadi, mereka banyak belanja, dibandingkan hari-hari biasanya," kata Marnati.
Untuk memeriahkan pergantian tahun, banyak masyarakat membeli ayam potong yang nantinya akan dibakar. Semua orang tidak ingin ketinggalan dan ingin melewati malam pergantian tahun dengan meriah.
Banyak masyarakat yang membeli ayam, salah satunya di tempat Marnati. Semenjak seminggu sebelum Natal, sampai tahun baru, harga ayam naik menjadi harga Rp 25.000. Harga sebelum menjelang Natal dan tahun baru, harga ayam masih seharga Rp 22.000 per kg. Jadi, harga ayam naik sebesar Rp 3.000 per kg.
"Walaupun harga ayam naik, masyarakat tetap membeli ayam, demi menyambut pergantian tahun," katanya.
Salah satu konsumen, Sur mengatakan bahwa, dia membeli ayam potong biasanya hanya 1,5 kg, untuk kebutuhan keluarga. Menjelang tahun baru, dia membeli ayam sebanyak 3 kg". Alasannya, dia akan mengadakan acara bersama anak dan keluarganya, maka berbelanja untuk melewati pergantian tahun.
Dengan datangnya momen tahun baru, penjual ayam potong di Pasar Dahlia dapat meraih keuntungan, dan hasil penjualan lebih meningkat.
"Keuntungan yang dapat diraih dalam momen ini berkisar 20-40 persen, dari hari biasanya," kata Marnati, sambil memotong ayam pelanggan. Jumlah ayam yang dijual juga bertambah, tidak seperti hari biasanya.
Dia berharap, dengan pergantian tahun dari 2008 ke 2009, ayam yang dijualnya tetap ramai dengan pembeli, bukan hanya menjelang hari-hari besar. Melainkan juga pada hari biasa, banyak masyarakat membeli ayam.