Rubrik borneo tribune idealisme keberagaman kebersamaan http://www.borneotribune.com/rubrik/ Fri, 13 Apr 2012 09:57:18 +0000 Joomla! 1.5 - Open Source Content Management in-id Jumlah Wisman Turun 16,63 Persen http://www.borneotribune.com/pundi-pundi/jumlah-wisman-turun-1663-persen.html Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mengatakan, jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Provinsi Kalbar secara keseluruhan pada Februari 2012 mencapai 2.461 orang, dan mengalami penurunan sebesar 16,63 persen dibanding bulan Januari 2012.


“Jumlah wisman yang datang ke Kalbar pada Bulan Februari 2012 sangat dipengaruhi oleh jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Entikong,” katanya,

Dikatakan olehnya,  Wisman yang masuk melalui pintu lintas Bataas Entikong memberikan kontribusi sebesar 72,49 persen, dan sisanya sebesar 27,51 persen melalui pintu masuk Pontianak (Supadio).

“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalbar pada Februari 2012 mencapai rata-rata 55,71 persen, atau naik 9,49 poin dibanding TPK Januari 2012 sebesar 46,22 persen,” jelasnya.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) akomodasi lainnya di Provinsi Kalbar pada bulan Februari 2012 mencapai rata-rata 34,69 persen atau turun sebesar 0,23 poin jika dibandingkan TPK Januari 2012 sebesar 34,92 persen.

“Rata-rata lama menginap tamu pada Hotel Berbintang di Kalbar bulan Februari 2012 selama 2,12 hari naik 0,16 hari bila dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 yaitu selama 1,96 hari,” jelasnya.
]>
PUNDI-PUNDI Thu, 12 Apr 2012 04:07:15 +0000
Ciptakan Pesona Wisata Kepada Masyarakat http://www.borneotribune.com/pundi-pundi/ciptakan-pesona-wisata-kepada-masyarakat.html Guna meningkatkan kemajuan objek wisata, Dinas Pariwisata Kota Pontianak akan mempersiapkan masyarakatnya pada pesona wisata di mana menarik jumlah wisatawan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pontianak Helfira Hamid, Rabu (11/4) di Pontianak Convention Center.

Helfira menegaskan untuk menunjang kemajuan objek wisata di Kota Pontianak masyarakatnya harus diberikan pembinaan salah satunya mengenai sikap dan prilaku karena kalau prilaku masyarakatnya tidak baik maka ini akan merusak imej wisatawan yang datang ke Pontianak. “Rencananya dalam waktu dekat ini instansinya akan melakukan sosialisasi pesona wisata kepada masyarakat Kota Pontianak,” ujar Helfira.
Menurut dia objek wisata Kota Pontianak cukup banyak mulai dari tugu khatulistiwa sampai kuliner dan tidak lama lagi akan dikembangkan wisata air. Apalagi Pemkot akan membangun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Pontianak di pinggiran sungai dan ini akan memperlengkap objek wisata air nantinya. Memang diakuinya saat ini sudah ada tempat kerajinan untuk Kota Pontianak, namun apa yang dilakukan pemkot akan lebih baik lagi sehingga produk kerajinan Kota Pontianak lebih mudah dipasarkan. Dinas Pariwisata memberikan kontribusi untuk pemasaran produk kerajinan Kota Pontianak, yang nantinya bisa dipasarkan melalui wisatawan yang datang ke Pontianak.
“Tentunya produk yang bisa dijual kepada wisatawan mempunyai kualitas yang bagus,” jelasnya.
]>
PUNDI-PUNDI Thu, 12 Apr 2012 04:06:07 +0000
Sinergi Singbebas Dorong Kesejahteraan http://www.borneotribune.com/pundi-pundi/sinergi-singbebas-dorong-kesejahteraan.html Singbebas

Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya diperlihatkan baju bertuliskan Singbebas oleh Walikota Singkawang, Hasan Karman. FOTO Ruslan/Humas Pemprov Kalbar


Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengatakan, tiga daerah yakni Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Kota Singkawang (Singbebas) perlu mensinergikan rencana pembangunan untuk mendorong pengembangan ekonomi wilayah sehingga semakin sejahtera.

"Ini agar hasil yang dicapai maksimal. Dan ada tindak lanjut lebih kongkrit," kata Christiandy Sanjaya,” Selasa (10/4).
    
Dikatakan olehnya, yang juga perlu menjadi perhatian adalah upaya menjaga stabilitas sosial dan politik."Tiga wilayah ini sebagai bagian dari Kalbar terlebih lagi dua daerah, Sambas dan Bengkayang berada di wilayah perbatasan dengan Sarawak," jelasnya.

Sementara itu, Walikota Singkawang, KRA Hasan Karman mengatakan,Tahun 2013 mendatang akan menjadi 'kick off' implementasi 'regional management' dari tiga daerah ini, sedangkan untuk pembangunannya, sumber pendanaan tidak hanya dari Kota Singkawang, Kabupaten Sambas dan Bengkayang.
"Sumber pendanaan juga dari Provinsi dan APBN," jelas Hasan Karman,
    
Ia juga berharap, ini menjadi sebuah cara yang dapat disinergikan untuk kepentingan Singbebas secara bersama, termasuk kepentingan provinsi dan pusat.
“Secara umum, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas dan Bengkayang menyumbang 17 persen dari total pendapatan domestik regional bruto Provinsi Kalbar,” ujarnya.

Pertumbuhan rata-rata ekonomi Singbebas juga sedikit lebih tinggi dibanding Provinsi Kalbar, dan potensi alam diantaranya sektor pertanian, perkebunan, maupun pertambangan yang ikut memasok kebutuhan pasar nasional.
"Untuk pertanian, misalnya jeruk, karet, sawit. Sedangkan 75 persen produksi jagung Kalbar dari Singbebas," rincinya.
]>
PUNDI-PUNDI Thu, 12 Apr 2012 04:05:05 +0000
Kementrian Koperasi Kucurkan Rp 150 Juta http://www.borneotribune.com/pundi-pundi/kementrian-koperasi-kucurkan-rp-150-juta.html //ada foto di hal 1//

Meningkatkan pertumbuhan koperasi dan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) pemerintah pusat memberikan bantuan dana sebesar Rp 150 juta. Dengan dana tersebut diharapkan dapat meningkatkan program One Vilage One Product (OVOP) untuk lidah buaya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Pontianak, Imran Rabu (11/4) kemarin siang di Pontianak Convention Center (PCC).
Imran menuturkan Rp 150 juta itu nantinya akan digunakan untuk sarana dan prasaran lidah buaya Rp 100 juta sedangkan Rp 50 jutanya untuk produknya. Nantinya setelah mereka mendapatkan bantuan akan dilakukan pemantauan apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan programnya. “Selain itu kami juga akan meningkatkan kualitas dan mutu kemasan di mana selama ini kemasan yang menjadi kendala untuk pemasaran produk.”
Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya menegaskan bahwa menggunakan kemasan kardus sesampai di tempat tujuan kemasan tersebut rusak dan ini harus dilakukan perbaikan, namun untuk membuat kemasan dengan kemampuan pelaku usaha, mereka lebih suka kemasan yang sederhana, karena kalau kemasan dibuat secara permanen harganya pasti mahal sehingga ini akan berpengaruh terhadap harga jual pada produk.
“Untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha mengenai kemasan, kami akan terus melakukan pembinaan baik yang diadakan bidang perindustrian,” jelasnya.
]>
PUNDI-PUNDI Thu, 12 Apr 2012 04:04:21 +0000
DARI PETRA-YORDANIA, MELIHAT SITUS KUIL KUNO AGUNG. http://www.borneotribune.com/citizen-jurnalism/dari-petra-yordania-melihat-situs-kuil-kuno-agung.html Hari Senin, 9 Maret 2012, sesudah  istirahat  makan siang di pinggiran   kota Amman. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang  rombongan kami  melanjutkan perjalanan, mengunjungi situs akeologikal Petra.

Kota Petra  sebuah kota kuno di Yordania   adalah situs purbakala yang dikelilingi gunung-gunung yang tingginya  sekitar  1000-an meter dari permukaan laut. Kawasan tertinggi di  wilayah  ini yang disebut Gunung Harun  / Jabal Harun, yang dapat kami saksikan  di sisi  kanan jalan dan  di ketinggian puncaknya terlihat sebuah batuan, berwujud  patung manusia raksasa. Di situlah konon katanya terletak makam Harun, yakni adiknya Nabi Musa. Begitulah menurut  penjelasan  tour leader kami, Pak Ben Tobing.
Letak Petra   di ketinggian dan  berupa  dataran terhampar  di  lembah yang  terlindung  dinding karang batu, membuatnya sangat strategis. Kota  Petra  awalnya dibangun bertujuan sebagai  tempat berlindung  dari badai pasir gurun,   dan sebagai tempat  pertahanan  dari serangan musuh .Suku pengembara,  Nabatean terkenal memiliki keahlian yang hebat   dalam membuat   rancang bangun sistem jaringan  drainage kota  dan sistem tempat penyimpanan cadangan air  bersih   yang vital  bagi para musafir  yang berlalu lalang di tengah  tengah  gurun. Petra   memiliki  benteng alami berupa perbukitan  dinding berbatu, menjadikannya  tempat persinggahan yang aman  bagi   para pedagang  pedagang  dari  berbagai suku bangsa dan penjuru   benua  yang melintasi, sehingga    akhirnya  berkembang menjadi  tempat  transit  perdagangan yang ramai  sebagai  jalur   distribusi barang barang    antara  Eropa  dengan   Timur Tengah.
Sekitar tahun 106 M  kota  Petra  ditaklukkan  oleh  Imperium  Tentara Romawi  sehingga perannya dalam lintas  perdagangan  pun  melemah. Apalagi  secara perlahan  sampai  sekitar 700 M, sistem tata air kota Petra  yang menghidupkan  penduduknya  hancur   dan beberapa bangunan utamanya  menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang keberadaannya  dari  dunia luar, dan tinggal legenda. Sampai pada 1812,  untunglah  ada, seorang petualang berkebangsaan Swiss ,   Johann Burckhardt, menemukan kembali situs kota   purba tersebut,    dan legenda Petra pun  terekspos diketahui dunia  modern,  dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan yang unik.
Suku Nabatean yang mendiami   Petra awalnya adalah penyembah berhala, mewariskan  sisa-sisa situs   bangunan kuil Agung yang megah.

Sekitar  2 jam perjalanan atau pukul 4 sore  akhirnya  tiba  di gerbang   situs  di kota Petra ini, kami  cukup  terharu  dan merasa  beruntung   ada kesempatan  dapat menyaksikan langsung situs arkeologikal  di Negeri Yordania,  warisan dari peradaban  zaman nabi-nabi, dan  situs ini  sudah    ditetapkam UNESCO-PBB sebagai salah satu dari 7  keajaiban  Dunia dari  peradaban  manusia.
Untuk mengunjungi kuil kuno  agung, kami telah dipersiapkan masing-masing 1 tiket  masuk,
Berlaku: one day over night ticket , amount 50.00 J.D.
 Kunjungan wisatawan dibatasi sampai  pukul 18.00  waktu setempat.
Kuil kuno ini terletak kurang lebih 2 Km. dari  gerbang  masuk, yang dapat ditempuh dengan 3 cara.   Yaitu: 1)  Berjalan  kaki. 2) Naik kuda   yang dituntun petugasnya dengan pembayaran sewa kuda US$.3.-dan penuntunnya US$.3, total US$ 6 untuk pulang-pergi. 3) Sewa dokar yang bisa  muat  2 orang, dengan pembayaran sewa dokar  US$.15,-per  penumpang , Sais/kusirnya US$3 dan tip US$2,-- atau  total per penumpang  US$.20,-Rombongan kami yang memilih  sewa dokar  hanya 8 orang, termasuk kami berdua ( karena kaki istri kurang kuat pasca operasi by pass), selebihnya yang muda-muda  pada naik kuda dan berjalan kaki. Jalannya benar-benar  masih tanah alami / asli, tidak rata dengan batu-batuan besar dan kecil.
Pengalaman  duduk di dalam dokar  tidak enak, terguncang   / ombang-ambing ke kiri dan ke kanan , apalagi  dokar nya bukan jalan perlahan, tetapi kudanya berlari cepat, khususnya  sewaktu melalui jalan yang berlobang-lobang asli bebatuan pegunungan, dalam hati  rasanya mau minta turun dari dokar saja, ini menjadi pengalaman pertama dan juga terakhir kali. Akhirnya sampai juga di tujuan, sesudah “tersiksa”  kira-kira 15 menit. Kami harus catat dokarnya dan nama kusirnya, karena sewaktu akan kembali ke tempat keberangkatan, kami harus pakai dokar yang sama sekalian membayar ongkosnya.
Melihat kuil kuno agung tersebut, memang luar biasa seni dan pahatan/ukirannya pada batu karang  di tebing yang tinggi oleh seniman-seniman  pada  masa  2000 tahun yang lalu. Sulit dimengerti bagi orang awam, bagaimana  saat itu   dan dengan cara apa, mereka memahat serta mengukir batu karang ini. Wajarlah oleh UNESCO-PBB mengumumkan, objek ini merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia.
Sesudah, berkeliling, melihat lihat, dan  mendapat penjelasan panjang lebar  dari  tour guide   di seputar situs  serta  berfoto-foto untuk  dokumentasi, kembali lagi saya dan Ibu  “berdokar ria” menuju bus wisata kami. Waktunya  sudah menunjukkan jam 17.30, rombongan  melanjutkam ke kota Petra dan bermalam  di Hotel Mariott. Berakhirlah acara kunjungan ke kuil kuno, situs Petra di  negaraYordania. Sekian, semoga catatan singkat  saya bisa memberikan gambaran awal  bagi   pemerhati situs sejarah.


Salam sejahtera !
Los  Angeles, 5 April   2012.

X. F. Asali.
]>
CITIZEN & JURNALISM Thu, 12 Apr 2012 02:38:21 +0000
Mengenal Suku Dayak Bakati’ dan Religinya http://www.borneotribune.com/citizen-jurnalism/mengenal-suku-dayak-bakati-dan-religinya.html Suku Dayak Bakati’ tersebar  di Kabupaten Sambas dan Bengkayang. Subsuku Dayak Bakati’ ini memperlihatkan banyaknya frekuensi pengucapan kata ’kati’ yang berarti ’tidak’ dalam percakapan mereka sehari-hari. Menurut Sujarni Alloy, dkk dalam penelitiannya mengenai Keberagaman Subsuku Dayak dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat, di dalam Suku Dayak Bakati’ ini dibagi lagi menjadi 12 subsuku Dayak Bakati’, yaitu: Bakati’ Kanayatn Satango, Bakati’ Rara, Bakati’ Kuma, Bakati’ Riok, Bakati’Lape, Bakati’ Sara, Bakati’ Lumar, Bakati’ Sebiha’, Bakati’ Palayo, Bakati’ Subah, Bakati’ Payutn dan Bakati’ Taria’.

Masyarakat Dayak Bakati’ pada awalnya menganut kepercayaan terhadap hal-hal yang dianggap gaib, baik kepada roh-roh nenek moyang, batu-batuan, gunung-gunung dan lain sebagainya yang dianggap memiliki kekuatan dan mempunyai kekuasaan di wilayah tersebut. Tetapi pada saat ini sebagian besar masyarakat sudah menganut agama resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, terutama agaman Kristen (baik Katholik maupun Protestan) dan ada juga yang menganut agama Hindu. Walaupun secara administrasi dalam kehidupan bernegara mereka telah memiliki agama resmi, namun dalam praktik kehidupannya sehari-hari, masyarakat Dayak Bakati’ tetap meyakini dan melaksanakan kepercayaan terhadap agama lama yang mengandung unsur-unsur kegaiban dan kesakralan.
Kepercayaan masyarakat Dayak Bakati’ kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atau kepada Tuhan yang satu disebut dengan istilah Tuan Allah. Tuan Allah inilah menurut kepercaaan mereka yang mengatur segala aspek kehidupan. Kepercayaan masyarakat Dayak Bakati juga percaya bahwa Tuan Allah yang menciptakan alam semesta ini dan kemudian menciptakan manusia yang pertama (Adam dan Hawa, dlm versi agama Islam), dalam bahasa Bakati’ disebut Nange’ nampa nikank’ nononk.
Sistem kepercayaan masyarakat Dayak Bakati’ pada dasarnya bertitik tolak pada 2 prinsip, yakni percaya dengan adanya Tuhan yang satu dan percaya juga kepada roh-roh leluhur atau roh nenek moyang yang telah meninggal. Dalam sistem kepercayaan masyarakat Dayak Bakati’ memiliki kepercayaan bahwa setelah meninggal dunia, maka roh-roh orang tersebut jasadnya akan terus hidup. Bahkan, ada juga anggapan bahwa roh nenek moyang yang telah sampai di surga (saruga) dapat kembali ke dunia ini menjadi pelindung keluarga atau masyarakat. Kepada roh inilah terkadang masyarakat memohon perlindungan dan menyampaikan permohonan.  
Selain itu, masyarakat Dayak Bakati’ juga percaya adanya dunia atas dan dunia bawah. Dunia atas adalah dunia di mana manusia yang hidup tidak bisa melihatnya. Dunia ini hanya ada dalam konsep dan dipercayai masyarakat. Mereka percaya bahwa setelah meninggal roh manusia kelak akan menuju ke sana dan mereka yang telah meninggal juga tidak semua rohnya dapat menuju ke sana, melainkan sesuai dengan perbuatan dan tindakannya selama ia masih hidup. Sementara orang yang meninggal namun rohnya tidak dapat masuk ke dunia atas, menurut kepercayaan mereka tetap berada di dunia bawah dan roh-roh inilah yang selalu mengganggu kehidupan manusia. Ini sesuai dengan perbuatan semasa ia masih hidup yang selalu berbuat jahat sehingga Nyaibata tidak mau menerimanya.  
Tuhan yang satu dipercayai oleh masyarakat Dayak Bakati’ adalah yang mengatur dan memelihara hidup manusia, namun dalam praktik kepercayaan mereka sehari-hari, Tuhan yang satu tersebut dibantu oleh penguasa-penguasa yang menguasai tempat-tempat tertentu. Penguasa-penguasa itu berwujud roh-roh halus/ roh-roh nenek moyang yang dalam bahasa setempat disebut dengan Nyaibata. Nyaibata disamakan dengan roh-roh yang baik sebab semasa hidupnya ia dianggap orang yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan sebagai orang yang berjasa. Nyaibata tersebut menguasai tempat-tempat tertentu, ada Nyaibata Mani Amas (penjaga gunung), Nyaibata Salina Pusat Pain’t (penjaga sungai), Nyaibata Silot (penjaga/pelindung nyawa yang hidup di dunia). Sementara untuk memelihara manusia sebagai pelindung jiwa manusia disebut dengan Ubah Mansari dan Ngina Ukur Untung sebagai pemelihara manusia.
Sistem kepercayaan masyarakat Dayak Bakati’ mempercayai jika Nyaibata sebagai pembantu Tuan Allah mempunyai 2 sifat/karakter dalam menjalankan tugasnya, yaitu karakter baik dan karakter buruk. Karakter/sifat buruk dari Nyaibata nampak melalui amarahnya; di antaranya terjadi malapetaka yang menimpa kehidupan manusia, misalnya wabah penyakit, kegagalan panen, dan sebagainya. Apabila Nyaibata menunjukkan kebaikannya, maka manusia akan memperoleh ketentraman dan keharmonisan hidup serta jauh dari malapetaka. Untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan hubungan dengan Nyaibata tersebut, maka masyarakat Dayak Bakati’ selalu mengadakan upacara-upacara tradisional dengan memberikan persembahan kepada Nyaibata. Ini bertujuan agar manusia diberikan kehidupan yang aman dan sejahtera jauh dari segala bala dan amarah. Sedangkan persembahan ditujukan kepada para penguasa agar tidak mengganggu ketentraman kehidupan masyarakat. Biasanya sifat buruk atau kemarahan dari Nyaibata timbul karena ketidaktaatan manusia yang telah melanggar apa yang telah dipantangkan atau tidak mentaati norma-norma yang ada dalam masyarakat.
Dalam sistem kepercayaan masyarakat Dayak Bakati’ saat pemujaan tidak mengenal waktu dan hari. Apabila seseorang menginginkan berkomunikasi dengan Tuan Allah dapat dilakukan pada setiap saat dan kapan saja, namun penyampaian permohonan itu harus menghadap ke timur.        
Demikianlah sekelumit mengenai religi/kepercayaan masyarakat Dayak Bakati’ di Kalimantan Barat. Semoga hal yang sedikit ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan para pembaca mengenai kearifan lokal Suku-Suku Dayak di Kalimantan Barat.

Penulis adalah peneliti pada Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, Wilayah Kerja Kalimantan.
]>
CITIZEN & JURNALISM Tue, 10 Apr 2012 02:51:53 +0000
Pijar Api NLP Telah Membakar Jiwa http://www.borneotribune.com/citizen-jurnalism/pijar-api-nlp-telah-membakar-jiwa.html Hari ini, saya bukan siapa-siapa. Tak ada yang mengenalnya selain sanak family dan tetangganya. Status seorang ibu rumah tangga dengan empat orang anak, tinggal di pinggiran kota, rumah sederhana dilanda banjir pula. Pernah seorang teman dari Jogja datang ke rumah, beliau geleng-geleng kepala.

“Bu, ibu tidak pantas tinggal di sini, saya sarankan carilah tempat tinggal di tengah kota tipe 21, dua lantai satu kolam renang”.
Saya ngakak ketika itu. Terasa sangat lucu bahkan mustahil bagi saya untuk mewujudkan saran tersebut. Telah enam belas tahun menempati rumah yang sekarang, dan memang seperti  itulah sikap dan cara berpikir kebanyakan orang selama ini. Mengukur kemampuan berdasarkan apa yang telah terjadi. Bahkan seorang salesman ketika membuat target penjualan, menetapkan berdasarkan apa yang telah dicapainya. Rasa takut untuk berubah, didominasi oleh bayangan negative, takut sakit, takut tidak tercapai, takut malu, takut dikritik, dll.
Sikap inilah yang membelenggu  banyak orang untuk maju. Rasa tidak nyaman ketika berubah  dalam bertindak dan bersikap, menyurutkan langkah ketika sebuah peluang datang menyambang.
Tapi sudahhlah, yang lalu biarlah berlalu, masa lalu tidak akan kembali. Ia sudah menjadi mimipi-mimpi. Masa depan juga tidak perlu kita cemaskan, karena masih  menjadi misteri. Tetapi masa kini, saat ini… itulah yang sepenuhnya milik  kita. Apa yang kita terima hari ini adalah buah dari masa lalu, dan apa yang kita persiapkan hari ini, perjuangan kita , pengorbanan kita, berdampak pada apa yang bakal kita tuai di masa depan. Kesadaran ini saya dapatkan ketika mengikuti training NLP pada akhir November 2011. Seorang tutor yang mengalami sendiri kejadiannya, tahap demi tahap, mengemas materi secara ilmiah, telah teruji melakukan teknologi reka ulang pikiran. Ternyata setelah kita tahu cara kerja sebuah pikiran, maka kita dapat memahami belenggu pikiran penyebab kegagalan, kemudian mampu memotivasi diri agar dapat tampil terbaik dalam setiap situasi dengan cara mempelajari karakter orang-orang yang unggul, merangkainya menjadi sumber kekuatan yang powerfull, bukan hanya sekedar sukses, tetapi juga menjadi mulia. Jujur pada awalnya, saya masih dihinggapi perasaan ragu, tapi saya putuskan bahwa saya harus masuk dalam lintasan dulu, apa yang bakal terjadi nanti biarlah tubuh merespon secara alami.
Ketika malam tiba, saat orang-orang sedang terlelap , saya mengambil wudhu lalu solat tobat, solat hajat, saya melakukan introspeksi, mengurai kembali masa lalu dari usia kira-kira lima tahun hingga empat puluh tiga tahun. Saya tersenyum, menghela napas, tersenyum lagi dan terus tersenyum bahkan sesekali terdengar tawa. Lalu saya menangis haru, menangis karena bersyukur. Pengalaman masa lalu ternyata sangat indah, semuanya menjadi indah hari ini. Batin saya bersinar terang, ada harapan besar tertancap disana. Harapan bahwa sekarang saat yang paling tepat bagi saya untuk pindah zona. 39 tahun adalah masa yang panjang untuk merangkai cerita. Ada banyak kebijakan yang dapat kita jadikan hikmah untuk dipetik sebagai pelajaran yang memberi inspirasi bagi orang lain atau bahkan bagi dunia. Keyakinan saya begitu besar, bahwa apa yang saya lakukan kini tidak ada lagi ketakutan untuk gagal, untuk dikritik orang, atau takut tidak ada yang mendukung, tetapi yang ada adalah bahwa niat saya yang begitu mulia untuk membantu orang lain dengan harta, dengan uang, dengan  ilmu, dengan doa akan saya lakukan setiap hari dan dalam kesempatan apapun, bukan karena ingin mendapatkan untung, bukan karena ingin dipuji, bukan karena mengharap pahala, tapi semata-mata karena panggilan jiwa. Ada kebahagiaan besar yang sulit untuk diungkap tetapi sangat jelas terasa dingin melanda hati, tentram membahana menyelimuti penglihatan, pendengaran, dan seluruh rasa, sinar di hati mendesak, menyeruak keluar memancar menemui orang-orang yang sedang gelisah dan bimbang. Tak ada keraguan lagi di hati, yang ada hanya keyakinan bahwa ,”hidup hanya untuk mengabdi”..
]>
CITIZEN & JURNALISM Tue, 10 Apr 2012 02:46:48 +0000
Luasnya Wilayah Menghambat Penyampaian SPT http://www.borneotribune.com/pundi-pundi/luasnya-wilayah-menghambat-penyampaian-spt.html Salah satu kendala dalam kepatuhan dalam penyampaian Surat Pajak Tahunan (SPT) di luar wilayah Pontianak karena luasnya wilayah dan tidak tersedianya sarana dan prasarana seperti kantor pos dan bank sehingga meyulitkan masyarakat untuk menghubungi kantor pajak guna melaporkan SPT-nya baik perorangan maupun badan.

Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wilayah Kalbar Winarto Suhendro mengakui hal tersebut, oleh sebab itu pencapaian SPT Kalbar masih di bawah 50 persen.  Dia menuturkan ada beberapa Kecamatan dimana daerah tersebut belum ada kantor pos dan bank, jadi kalau mereka mau pergi ke bank atau kantor pos di luar kecamatan harus mengeluarkan biaya Rp 40.000 sehingga masyarakat enggan untuk mencapaikan SPTnya. Otomatis tingkat kepatuhan menurun.
Dan ini yang sedang kami lakukan bagaimana mengatasi hal tersebut, dan mereka menyarankan menyarankan untuk melakukan penyetoran melalui Credit Union (CU), sebab kita tahu CU ini menyebar diseluruh daerah, tapi ini akan dipertimbangkan terutama kantor pajakn akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi. Winarto Suhendro menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terutama dalam mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai sarana dalam pengawasan wajib pajak, serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak merupakan salah satu wujudnya.
“Selama tahun 2011, angka kepatuhan penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi mencapai 50,65%, sedangkan badan 33,66 % dari jumlah WP terdaftarnya,” katanya.
sedangkan tahun 2012 ini Kanwil DJP Kalbar akan menggulirkan program jemput bola untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Kami akan mengunjungi instansi-instansi sekaligus untuk memberikan bimbingan teknis pengisian SPT. Kemudian pada tahun 2011 lalu, , dalam skala nasional realisasi rasio penerimaan pajak (Tax Ratio) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 mencapai 12,3% naik sebesar 1,0% dari PDB jika dibanding dengan Tax Ratio tahun 2010 sebesar 11,3%. Realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp872,6 triliun atau 99,3% dari sasaran APBN 2011 sebesar Rp.878,7 triliun.
“Betapa pentingnya pajak sebagai salah satu sumber penerimaan negara dalam menyokong negara ini. Betapa pentingnya peranan kita sebagai wajib pajak dalam berkontribusi membangun sekaligus menjaga kelangsungan negeri ini, “tuturnya.]>
PUNDI-PUNDI Tue, 10 Apr 2012 02:45:47 +0000
Pemerintah Harus Perhatikan Angkutan Massal http://www.borneotribune.com/pundi-pundi/pemerintah-harus-perhatikan-angkutan-massal.html Pemerintah harus segera memperhatikan secara serius terhadap keberadaan angkutan umum massal, karena hal ini akan membantu mengatasi permasalahan yang timbul jika suatu saat terjadi kenaikan harga BBM. Hal tersebut diungkapkan Ketua Oranganisasi Angkutan darat (Organda) Kalbar Adi Rumbe di ruang kerjanya.

Adi mengatakan pemerintah mengaku bahwa angkutan umum merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi nasional hanya retorika belaka, karena faktanya tidak diikuti perhatian serius di sektor angkutan umum. Berbeda halnya di negara-negara tetangga, pemerintahannya telah memperhatikan fasilitas dan pengadaan angkutan massal, sehingga masyarakatnya condong merasa nyaman menggunakan angkutan umum.
“Bahkan jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan BBM tidak akan menimbulkan kepanikan masyarakatnya, tidak seperti di Indonesia rencana kenaikan harga BBM dianggap sebagai malapetaka besar bagi masyarakat,” kata Ade.
Menurut dia jika suatu saat pemerintah terpaksa akan menaikkan harga bbm harus dibarengi dengan ketersediaan stock agar menimbulkan permassalahan di masyarakat, terutama di sektor angkutan umum. Tidak heran jika tingkat kecelakaan terjadi peningkatan, karena diantaranya terjadi akibat lelahnya para supir, terutama rute jarak jauh yang terpaksa tidak bisa istirahat cukup, karena harus antre BBM di malam hari. Untuk itu ade rumbai menegaskan, jika memang suatu saat pemerintah akan menaikkan harga BBM, jangan sampai ada disvaritas harga yang tinggi antara BBM subsidi dengan non subsidi.
Pemerintah dapat mencarikan solusi dan mekanisme terbaik agar jangan ada celah oknum-oknum penimbun dan penyelundup memanfaatkan celah perbedaan harga yang tinggi selama ini. “Yang namanya peluang bisnis dimana ada celah menguntungkan pasti akan dimanfaatkan, apalagi undang-undangnya belum jelas, sehingga tidak ada dasar hukum yang kuat untuk melarang orang membeli BBM hingga ratusan liter di spbu-spbu,” ujarnya.
Sambung Ade ketika ditanya tentang penundaan kenaikan harga BBm, dia menyatakan tunda dan tidak ditundanya kenaikan harga BBM baginya tidak ada massalah asalkan stock tersedia dan tarif menyesuaikan.
Pada kesempatan yang berbeda, sekretaris Organda Kalbar bidang tim teknis sosek malindo Manaf Mufty mengharapkan agar angkutan umum lebih diperhatikan dan diberikan keleluasaan untuk membeli BBM, karena hal ini akan berpengaruh terhadap berbagai aspek.
Menurut dia pemerintah kurang memperhatikan transportasi sejak 10 tahun yang lalu, dan dia berharap kepada pemerintah terutama dewan atau DPRD untuk mengutamakan anggaran infrastruktur agar angkutan yang melalui jalan daerah tidak mengeluarkan biaya yang begitu besar untuk membeli onderdil angkutan. Contohnya jalan menuju dari Pontianak ke Sanggau kalau Pontianak sampai Tayan jalan sudah bagus dan selebihnya jalan pada rusak begitu pulang lagi ke pontianak ban mobil angkutan harus di ganti karena rusak.
]>
PUNDI-PUNDI Tue, 10 Apr 2012 02:44:35 +0000
Kenaikan NTP Kalbar Tertinggi Se-Kalimantan http://www.borneotribune.com/pundi-pundi/kenaikan-ntp-kalbar-tertinggi-se-kalimantan.html Nilai Tukar Petani (NTP) Kalbar pada bulan Maret 2012 mengalami peningkatan dan peningkatan ini merupakan yang tertinggi di pulau Kalimantan. Rata-rata masih di bawah 1 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Kalbar Yomin Tofri di Aula BPS Kalbar.

Yomin mengatakan dari empat provinsi di pulau Kalimantan, kenaikan NTP Kalbar pada Maret 2012 menempati peringkat pertama sebesar 1,12 persen, disusul Kaltim 0,50 persen, Kalteng 0,10 persen, sementara Kalsel terjadi penurunan NTP sebesar 0,01 persen. Sedangkan NTP nasional pada Maret 2012 tercatat 104,68 poin, turun 0,42 poin atau berubah 0,40 persen dibandingkan NTP nasional bulan sebelumnya sebesar 105,10 poin.
Menurt Yomin NTP gabungan Kalbar pada Maret 2012 sebesar 102,14 poin, naik 1,13 poin atau berubah 1,12 persen dibandingkan NTP Februari 2012 yaitu 101,01 poin. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,64 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,51 persen. Kenaikan NTP Kalbar ini cukup tinggi, apalagi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana  di tahun 2007 harga petani Kalbar tidak sekencang nasional, termasuk indeks yang dibayar petani juga lebih rendah dibandingkan nasional.
Pada kesempatan yang sama Kabid Statistik Distribusi BPS Kalbar Edi Rahman Asmara menambahkan jika dilihat dari nilainya, NTP peternakan Kalbar pada Maret 2012 sebesar 81,44 poin mengalami penurunan 0,12 poin dibandingkan Februari 2012 sebesar 81,54 poin. Kenaikan NTP ini diharapkan akan memacu eksistensi para petani untuk meningkatkan produksinya, karena hal ini terkait erat dengan tingkat kesejahteraan petani.
“Apalagi pemerintah telah memprogramkan food astate yang diharapkan dapat mendorong eksistensi petani untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksinya, terutama di kabupaten kota di seluruh Kalbar,” urai Edi.]>
PUNDI-PUNDI Tue, 10 Apr 2012 02:43:08 +0000