You are here

Triwulan III Perekonomian Kalbar Tumbuh

Pertumbuhan ekonomi Kalbar triwulan III-2011 meningkat sebesar 4,71 persen dibandingkan triwulan II-2011. Sektor pengangkutan dan komunikasi tercatat sebagai sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 12,4 persen diikuti sektor jasa-jasa 7,3 persen dan sektor pertanian 6, 6 persen.

Kepala BPS Provinsi Kalbar Yomin Tofri mengatakan, kinerja perekonomian Kalbar pada triwulan III-2011 dibandingkan triwulan  sebelumnya  (q-to-q) yang digambarkan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 mengalami peningkatan sebesar 4,71. Meningkatnya pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi didorong adanya hari raya dan libur panjang yang memicu peningkatan penggunaan angkutan baik darat, laut dan udara.

Kata Yomin secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Kalbar hingga triwulan III-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) menunjukkan peningkatan sebesar 5,8 persen. Secara rinci sektor pengangkutan dan komunikasi 1,8 persen, sektor pertambangan dan penggalian 12,9 persen, jasa-jasa 9,5 persen, konstruksi 9,1 persen, keuangan, real estate, dan jasa perusahaan sebesar 7,3 persen, sektor listrik, gas, air bersih 5,0 persen, perdagangan, hotel dan restoran 4,0 persen, pertanian meningkat 3,8 persen dan industri pengolahan 2,5 persen.

“PDRB berdasarkan lapangan usaha pada triwulan III-2011 atas dasar harga yang berlaku pada triwulan III-2011 sebesar Rp 17.359,4 miliar, naik 6,7 persen dibandingkan PDRB triwulan II-2011 yang tercatat sebesar Rp 16.272,3 miliar,” katanya.

Sedangkan PDRB atas harga konstan 2000 pada periode yang sama juga meningkat dari Rp 7.710,5 miliar pada triwulan II-2011 menjadi Rp 8.073,6 miliar pada triwulan III-2011. Sektor ekonomi yang memiliki nilai tambah terbesar pada triwulan III-2011 adalah sektor pertanian Rp 4.072,4 miliar kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp 3.915,6 miliar, industri pengolahan Rp 3.097,0 miliar, jasa-jasa Rp 1.932,9 miliar, konstruksi Rp 1.657,5 miliar, pengangkutan dan komunikasi Rp 1.410,9 miliar, sedangkan nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor ekonomi lainnya masing-masing kurang dari satu triliun.

Selanjutnya PDRB atas dasar harga konstan 2000, nilai tambahn yang dihasilkan pada triwulan III-2011 didominasi sektor pertanian Rp 1.909,3 miliar, perdagangan, hotel dan restoran Rp 1.708,3 miliar dan sektor industri pengolahan Rp 1.299,5 miliar. “Nilai tambah terkecil diberikan sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar Rp 34,1 miliar dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 151,0 miliar,” katanya.

Bila dilihat dari sisi penggunaan, komponen PDRB Kalbar berupa pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga konstan 2000 meningkat dari Rp 4.290, 1 miliar pada triwulan II-2011 menjadi Rp 4.416,8 miliar, dan pada triwulan III-2011 tumbuh sebesar 3,0 persen. Sedangkan konsumsi rumah tangga atas dasar harga yang berlaku naik Rp 9.557,3 miliar pada triwulan II-2011 menjadi Rp 10.049,5 miliar pada triwulan III-2011.  Lebih lanjut Yomin menambahkan pengeluaran konsumsi pemerintah dibandingkan dengan triwulan II-2011 tumbuh 12,1 persen atau mengalami peningkatan dari Rp 972,67 miliar pada triwulan ii-2011 menjadi Rp 1.093,3 miliar pada triwulan III-2011. Konsumsi pemerintah atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp 2.580,1 miliar pada triwulan II-2011 menjadi Rp 2.929, 1 miliar pada triwulan III-2011.