You are here

TPAK Kalbar Naik 73,93 Persen

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Kalbar berdasarkan hasil survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 sebesar 73,93 persen dengan jumlah 2,23 juta orang. Angkatan kerja tersebut naik jika dibandingkan Agustus 2010, yakni 36 ribu orang.

Kepala BBPS Provinsi Kalbar Yomin Tofri, Senin (7/11), mengatakan TPAK tertinggi terdapat di Kabupaten Kapuas Hulu yakni 77,48 persen, Sekadau 77,26 persen, sedangkan yang terendah Kota Pontianak 63,87 persen dan Kota Singkawang 67,17 persen.

Yomin mengatakan indikator penting dalam ketenagakerjaan adalah TPAK yakni rasio dalam persen antara jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. TPAK Kalbar pada bulan Agustus 2011 sebesar 73,93 persen dan jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 73,71 persen maka angka TPAK tersebut naik 0,76 poin.  Kata Yomin indikator lain yang cukup penting adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yaitu rasio dalam persen antara jumlah pengangguran terhadap angkatan kerja. Angka TPT Kalbar pada Agustus 2011 sebesar 3,88 persen atau turun 0,74 persen terhadap keadaan Agustus 2010 sebesar 4,62 persen.

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling dominan dalam penyerapan tenaga kerja. Pada bulan Agustus 2011 penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian sebesar 60, 30 persen turun dibandingkan keadaan Agustus 2010 yakni sebesar 60,43 persen.  dilihat dari kabupaten/kota penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian yang terendah adalah Kota Pontianak 6,19 persen, Singkawang 38,72 persen. “Sementara penyerapan tenaga kerja sektor perdagangan terbesar masih di perkotaan yakni Kota Pontianak 34, 18 persen, Singkawang 21,64 persen, Kabupaten Landak dan Melawi hanya sebesar 4,79 persen dan 6,25 persen,” katanya.

Secara nasional perkembangan ketenagakerjaan di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 0,9 juta orang, jika dibandingkan bulan Agustus 2010 sebesar 116, 5  juta orang dan Agustus 2011 sebanyak 117,4 juta orang, yang bekerja pada bulan Agustus 2010 sebanyak 108,2 juta orang dan 2011 sebanyak 109,7 juta orang atau naik 1,5 juta orang.

Menurutnya selama 6 bulan terakhir sektor yang mengalami kenaikan pekerjaan adalah sektor industri yakni 840.000 orang dan sektor konstruksi naik 750.000 orang.  Sedangkan yang mengalami penurunan pekerjaan selama 6 bulan yakni sektor pertanian sebesar 3,1 juta orang, sektor transportasi, perdagangan dan komunikasi turun sebesar 500.000 orang dan jasa kemasyarakatan juga mengalami penurunan sebesar 370.000 orang.

“Yang perlu diperhatikan pada bulan Agustus banyak libur sekolah sehingga banyak perubahan dalam terutama dua Minggu menjelang Idul Fitri,” jelasnya.