Pemerintah Indonesia, melalui penerbitan sukuk negara, telah menyediakan alternatif investasi syariah yang banyak dibutuhkan investor, baik syariah maupun konvensional.
“Total aset keuangan syariah secara global diperkirakan mencapai USD 1,3 triliun,” kata Kepala Seksi Pengembangan Infastruktur Pasar Direktorat Pembiayaan Syariah, Nurlaela Amin Awalimah, saat sosialisasi sukuk negara, baru-baru ini, di Grand Mahkota.
Lebih dari 810 lembaga keuangan syariah beroperasi di sekitar 50 negara, dengan pertumbuhan rata-rata 15 sampai 29 persen. Timur Tengah merupakan salah satu pusat transaksi keuangan syariah yang penting karena besarnya kenaikan harga minyak dunia. Lebih dari dua per tiga sumber pendanaan syariah berasal dari Timur Tengah. Sumber pendanaan lain berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama Malaysia.
Pertumbuhan perbankan syariah hingga Desember 2009, total aset perbankan syariah mencapai sebesar Rp 66,090 triliun. Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 46,89 triliun. Dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun mencapai Rp 52,27 triliun.
“Untuk penerbitan sukuk korporasi hingga Januari 2010 total outstanding sukuk korporasi mencapai Rp 5,82 triliun. Sedangkan total aset ansuransi syariah mencapai Rp 2,6 triliun,” katanya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
