Rapat Anggota Tahunan (RAT) Puskopdit Khatulistiwa tahun buku 2010 dilaksanakan di Hotel Palapa Beach Pasir Panjang Singkawang (12/4/2011). Sehari sebelumnya ada kegiatan Lokakarya Penyegaran Rohani (11/4/2011) menghadirkan dua orang pembicara yaitu Romo Matheus Juli, Pr dan Bapak Paulus Florus (Penasehat Puskopdit Khatulistiwa-red). Kedua orang ini sudah cukup dikenal oleh para aktivis di lingkungan Credit Union Kalimantan Barat hingga ke luar pulau Kalimantan.
Rangkaian kegiatan RAT dimulai pada tanggal 10/4/2011 malam hingga 12/4/2011. Malam pertama (10/4/2011 malam-red) adalah sesi pembukaan dan perkenalan, tanggal 11/4/2011 Lokakarya Penyegaran Rohani dan malamnya dilaksanakan acara Malam Penganugerahan “Pro Ballein Award tahun buku 2010” bagi CU-CU Primer anggota Puskopdit Khatulistiwa yang berprestasi. Sedangkan RAT dilaksanakan pada tanggal 12/4/2011.
Pada malam penganugerahan “Pro Ballein Award tahun buku 2010” diberikan penghargaan kepada beberapa CU berprestasi dan staff of the year 2010 (staf transfer terbaik versi Puskhat tahun 2010-red). Kali ini yang berhak mendapatkan juara umum dengan memperoleh penghargaan berupa tropi dan uang tunai adalah CU. Banuri Harapan Kita, Juara I diraih oleh CU. Mura Kopa, Juara II CU. Pancur Solidaritas dan Juara III CU. Tri Tapang Kasih . Sedangkan staf of the year 2010 Christina Paskalia Paulina staf CU. Tri Tapang Kasih memperoleh Piagam dan uang tunai. Dalam sambutan Manejer Puskhat (Yuspita Karlena) mengatakan bahwa penghargaan ini adalah sebagai bentuk aktualisasi diri, dan diharapkan dapat memacu para aktivis untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada anggota dan masyarakat.
Lokakarya yang menghadirkan dua orang pembicara (Romo Yuli & Pak Florus). Pada intinya Romo Yuli menekankan tentang “Kesetiaan”. Beliau mengaitkan Kesetiaan ini dengan masa pantang dan puasa. Kita dilatih untuk membatasi semua kegiatan yang sifatnya kepuasan sesaat dan keserakahan dengan cara kontrol diri. Beliau juga mengatakan bahwa kita ini dilahirkan dari hawa nafsu oleh karena itulah setiap manusia memiliki nafsu birahi, nafsu keserakahan, nafsu kekuasaan, dan sebagainya. Manusia terdiri dari tiga unsur yaitu badan, roh dan jiwa. Badan kita akan hancur walau sekaya apapun seganteng apapun, sepintar apapun raga ini pasti akan hancur. Yang tidak hancur adalah roh dan jiwa kita itulah yang akan abadi. Oleh karena itu maka harus seimbang antara kebutuhan raga dan kebutuhan roh untuk keselamatan jiwa. Kita semua dipanggil oleh Tuhan untuk hidup di dunia ini, tidak satupun manusia yang minta untuk dilahirkan oleh karena itu kita patut mensyukuri telah diberikan kesempatan untuk hidup di dunia.
Pembicara kedua Paulus Florus menekankan pada “Kematian” dan “Kecerdasan spiritualitas dalam gerakan CU”. Beliau membuat sebuah filosofi yaitu “Ber CU juga mati tidak ber CU juga mati, maka dari itu lebih baik ber CU sampai mati”. CU memang memerlukan orang-orang yang memiliki kompetensi, tapi itu tidak cukup karena dalam mengelola organisasi seperti CU sangat berkaitan dengan moralitas, spiritualitas yaitu kecerdasan spiritual :
- Gembira, senang dalam pelayanan/bertugas “antusias “ en (orang), Teos (Tuhan)
- Kebiasaan memelihara ciptaan Tuhan (tumbuhan, binatang , sesama manusia dan diri sendiri).
- Integritas pribadi yang diucapkan selaras dengan yang diperbuat.
- Kejujuran hal yang tidak bisa ditawar-tawar di CU.
- Tanggungjawab menuntut keberanian.
- Kemampuan untuk selalu bersikap positif.
Yang berbahaya adalah nafsu kuasa dan nafsu kaya raya. Perlu motivasi dan pengembangan diri para pegawai. Perlu berimbang antara pengembangan keterampilan dan pengembangan spiritual.
RAT (12/4/2011) yang dihadiri juga oleh Ketua Inkopdit dan para peserta dari 9 CU Primer anggota, dipimpin langsung oleh Ketua Puskopdit Khatulistiwa (Drs. Munaldus, M.A.) menghasilkan beberapa keputusan penting tentang perkembangan gerakan CU dibawah naungan Puskopdit Khatulistiwa. Semua keputusan dalam RAT ini berlaku sejak penandatanganan berita acara RAT dan akan ditindak lanjuti oleh Pengurus dan Manajemen Puskopdit Khatulistiwa.
Satu trend baru yang muncul di lingkungan CU Primer anggota Pusat Koperasi Kredit Khatulistiwa (PUSKHAT) adalah istilah “dihempas”. Istilah tersebut muncul dari salah satu peserta RAT pada malam sesi perkenalan. Peserta tersebut yang murah senyum ini mengatakan bahwa dirinya dulu pernah dihempas oleh Pengurus sehingga harus turun jabatan dari Manejer menjadi staf. Tapi saat ini telah diangkat kembali dan sekarang kembali menjabat sebagai Menejer.
Kata “dihempas” berasal dari kata “hempas” yang berarti dibanting atau dijatuhkan. Tidak bisa dipungkiri memang trend hempas menghempas itu sudah sering terjadi di lingkungan Manajemen dan Pengurus CU, di lingkungan Pemerintahan dan di semua lini kehidupan dalam masyarakat. Hal ini terjadi dan memang harus terjadi supaya masing-masing pihak bisa introspeksi diri. Kalau kita belum benar melakukan tugas dan tanggung jawab maka siap-siaplah untuk dihempas. Tapi selama kita benar dalam melakukan tugas dan tanggung jawab, selalu seiring sejalan dalam organisasi, berlaku adil dalam pembagian hasil dan arif serta bijaksana dalam mengambil keputusan (Good Governance terutama succession planing sudah jalan) maka tidak ada yang merasa dihempas oleh siapapun. Karena hempas menghempas itu bagian dari sifat manusia yang penuh nafsu kekuasaan dan nafsu keserakahan.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
