You are here

Prokja se-Kalimantan, Jamsostek Berdayakan KUP

Kakanwil VII PT Jamsostek, Didik SR, mengungkapkan bahwa pada tahun 2010 program kerja se-Kalimantan pihaknya akan memberdayakan KUP (Kantor Unit Pelayanan) semaksimal mungkin.

Kakanwil VII PT Jamsostek, Didik SR, mengungkapkan bahwa pada tahun 2010 program kerja se-Kalimantan pihaknya akan memberdayakan KUP (Kantor Unit Pelayanan) semaksimal mungkin.

“Jadi berdasarkan data-data strategi untuk itu Jamsostek memperluas jangkuan dengan  memberdayakan KUP-KUP itu paling tidak kita akan buka lagi KUP di Ketapang,” jelas Didik.

Menurutnya, Ketapang memiliki potensi besar dan memerlukan pelayanan yang lebih intensif.

“Saya optimis ini akan tercapai dan ini akan direalisasikan di tahun 2010 ini, saya minta kepada Kepala Jamsostek Pontianak paling lambat Juni,” tegas Didik di hadapan Kepala Jamsostek Pontianak.

Kepala Jamsostek Pontianak, Lili Setiadi, mengatakan, KUP di Ketapang pihaknya akan merealisasikannya pada bulan Juni mendatang. “Tahun 2009 kita melampaui target karena target kita hanya 33.000, tenaga kerja direkrut sebanyak 66.000 tenaga kerja, berkembang dalam diskusi ternyata tenaga kerja harian lepas mendapatkan proyek dari sektor swasta ini belum terlindungi,” ujarnya.

Sehingga, jelas Lili, Jamsostek akan bekerjasama dengan Pemda dalam hal IMB, bagaimana pada saat mengambil IMB sekaligus mendapatkan sertifikasi dari Jamsostek

“Tahun 2010  akan merekrut 5000 kontraktor dan 100.000 tenaga kerja harian lepas jasa konstruksi,” kata Lili.  

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Maksum Jauhari, mendukung program Jamsostek dan ikut mensosialisaikan program kerja Jamsostek kepada seluruh pengusaha kecil, menengah dan besar.

Ia mengatakan, dengan meningkatnya kepesertaan, maka para pekerja akan dilindungi, sehingga ahli waris begitu si pekerja meninggal masih memiliki cadangan untuk makan.

“Yang jelas Jamsostek Komit dengan rencana strategis pemerintah, karena dana yang terrekrut oleh Jamsostek sebanyak Rp80 miliar sangat berpotensi untuk dapat menggerakkan perekonomian,” kata Maksum di tempat yang sama.