Pemimpin BI Pontianak, Samasta Pradhana, belum lama ini di ruang kerjanya mengungkapkan pada tahun 2010 di caturwulan ke II kondisi perbankan di Kalbar sehat, hal ini tampak pada perkembangan aset perbankan di Kalbar.
Samasta mengatakan, total aset bank umum sampai bulan Juni mencapai Rp 24,082 miliar, atau mengalami pertumbuhan dari bulan ke bulan sebesar 3,57 persen. Total aset bank umum ini terdiri dari bank pemerintah sebesar Rp 13,747 miliar atau 3,15 persen, bank swasta sebesar Rp 9, 986 atau tumbuh sebesar 4,29 persen, dan bank asing dan campuran Rp 345 miliar atau tumbuh sebesar -0,44 persen.
Adapun dana pihak ketiga perbankan di Kalbar antara lain bank pemerintah sebesar Rp 11,806 miliar, sedangkan pada bulan Mei sebesar Rp 11,383 atau tumbuh sebesar 3,732 persen, bank swasta untuk bulan Juni sebesar Rp 8,629 miliar, sedangkan pada bulan Mei sebesar Rp 8,413 miliar atau tumbuh 2,58 persen, serta bank asing dan campuran pada bulan Juni sebesar Rp 250 miliar, sedangkan pada bulan Mei sebesar Rp 257 miliar atau mengalami penurunan sebesar -,56 persen. Maka total dana pihak ketiga pada bank umum pada bulan Juni sebesar Rp 20,686 miliar, sedangkan di bulan Mei Rp 20,052 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,16 persen.
Selanjutnya untuk perkembangan kredit menurut lokasi kantor bank yang terdiri dari bank pemerintah pada bulan Juni sebesar Rp 9,061 miliar, sedangkan bulan Mei Rp 8,779 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,22 persen, bank swasta pada bulan Juni sebesar Rp 3,691 miliar sedangkan pada bulan Mei sebesar Rp 3,505 atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,32 persen, sedangkan bank swasta dan campuran untuk bulan Juni sebesar Rp 218 miliar dan untuk bulan Mei Rp 216 miliar atau mengalami pertumbuhan 0,85 persen. “Untuk LDR (Loan Deposite Ratio) pada bulan Mei sebesar 62,34 persen atau meningkat pada bulan Juni 62,70 persen,” kata Samasta.
Kemudian Samasata mengatakan penggunaan modal kerja terjadi peningkatan pada bulan Mei, yakni Rp 4,049 miliar dan meningkat pada bulan Juni sebesar Rp 4,234 miliar atau sebesar 5,57 persen, investasi pada bulan Mei sebesar Rp 2,858 miliar dan meningkat pada bulan Juni yakni sebesar Rp 2,996 miliar atau sebesar 4,84 persen, dan untuk konsumsi pada bulan Mei sebesar Rp 5,593 miliar sedangkan pada bulan Juni mengalami peningkatan menjadi Rp 5,741 miliar atau meningkat sebesar 2,64 persen.
Perkembangan di sektor ekonomi dari pertanian sebesar 1,90 persen, pertambangan sebesar 19,79 persen, industri sebesar 4,55 persen, sedangkan untuk perkembangan kolektibilitas kredit perbankan di Kalbar total kreditnya hingga bulan Juni sebesar Rp 12,971 miliar, kemudian kredit macet mengalami penurunan dari bulan Mei yakni Rp 165 miliar dan turun pada bulan Juni sebesar Rp 125 miliar, sedangkan untuk NPL pada bulan Juni 1,66 persen. Selanjutnya untuk kredit UMKM untuk total kreditnya pada bulan Mei Rp 309,39 miliar, untuk kredit macet pada bulan Mei sebesar Rp 160 miliar atau mengalami penurunan menjadi Rp 101 miliar, sedangkan untuk NPL sebesar 1,70 persen.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
