Penjual kambing mengeluh karena di tahun ini, penjualannya merosot hingga 30 persen. Meski Idul Adha identik dengan hewan qurban, namun di tahun ini tak banyak orang untuk berkurban kambing dengan alasan intensitas hujan yang tinggi dan hampir setiap hari Kota Pontianak diguyur hujan.
Salah satu pedagang, Suri di Jalan Sutan Syahrir mengakui penurunan ini bila dibandingkan dengan tahun lalu. “Permintaan hewan qurban menurun diakibatkan hujan yang turun hampir setiap hari,” kata Suri.
Dikatakannya, ia selalu menjual kambing setiap menjelang Idul Adha, bahkan ia harus memesan kambing dari Pulau Jawa sebulan yang lalu. Namun sudah seminggu, penjualannya tidak banyak perubahan jika dibandingkan tahun lalu.
Ia bercerita jika tahun lalu bisa terjual 2 sampai 3 ekor kambing sehari, tapi sekarang hanya 5 ekor kambing dalam seminggu.
“Untuk tahun ini kambing yang akan dijual sebanyak 70 ekor, bila sampai waktunya kambing belum semuanya terjual terpaksa kambing dipelihara di kampung,” jelasnya.
Harga yang diberikannya pun bervariasi tergantung ukuran, Rp 1,8 juta untuk ukuran kambing yang besar, dan kecil Rp 1,6 juta. Harga masih bisa nego. Ia mengaku untung yang diperoleh hanya Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per ekor.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
