Salah satu pemuda bernama Itong asal Yogyakarta, telah berhasil menciptakan kebosanannya menjadi karya unik dengan memanfaatkan bahan dasar alam yang tidak lekang dimakan waktu. Hasil kerajinannya pun telah merambah ke Amerika, Perancis, Jerman dan Itali.
Bahan dasar alam itu adalah koran dan majalah bekas, yang dirangkainya dengan tangan-tangan kreatif.
“Akhirnya tercipta satu kreatifitas pemanfaatan limbah koran dan majalah yang disulap menjadi produk yang bisa bernilai,” kata Itong, di Rumah Mimpi Taman Gitananda Jalan Letkol Soegiyono (Samping Gor), Senin (15/3).
Dari limbah majalah ini banyak produk yang bisa dibuat seperti cermin, pas bunga, tempat lilin, nampan, pigura, tempat tisu.
Ia menceritakan, kerajinan yang baru berkembang sejak tahun ini, ia telah mampu mengerjakan 500 hingga 800 gulungan untuk dirakit menjadi salah satu produk. Tak tanggung-tanggung, omset yang didapatkannya pun mencapai jutaan rupiah.
Tak hanya berkreasi, ia juga memberikan kursus untuk anak dan jalanan. “Kursus yang diberikan untuk semua kalangan termasuk ibu-ibu rumah tangga dan kursus ini dibuka setiap hari,” jelas Itong sambil memperlihatkan cara membuat gulungan kertas.
Pada even-even tertentu, ia mampu menjual 30 sampai 50 produk dengan berbagai jenis. Sedangkan harga jual berkisar dari harga Rp 5.000 sampai Rp175.000.
“Saya yakin produk ini akan banyak diminati cuma pemasarannya belum luas, kalau ini banyak pembelinya maka majalah bekas banyak yang menampungnya kemudian dijual lagi seperti yang pernah terjadi di Yogyakarta,” ujar Itong.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
