You are here

Kursi Pantai yang Menguntungkan

Terinspirasi melihat seorang teman yang menjual kursi pantai, membuat Budi, warga Jalan Jendral Urip, Kecamatan Pontianak Kota mencoba peruntungan dengan membanting stir profesinya, dari tukang menjadi penjual kursi pantai. Ternyata, dengan menjual kursi pantai bisa mendatangkan keuntungan tersendiri bagi dirinya.

Terinspirasi melihat seorang teman yang menjual kursi pantai, membuat Budi, warga Jalan Jendral Urip, Kecamatan Pontianak Kota mencoba peruntungan dengan membanting stir profesinya, dari tukang menjadi penjual kursi pantai. Ternyata, dengan menjual kursi pantai bisa mendatangkan keuntungan tersendiri bagi dirinya.

“Dari menjual kursi pantai ini, saya bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan besar dari pada bekerja sebagai tukang bangunan,” kata Budi, Minggu (7/2), saat ditemui ketika sedang berjualan di Jalan Jendral Urip yang berada di samping SMP Negeri I Pontianak.

Ia mengatakan, produk yang berupa kursi pantai ini berasal dari Pulau Jawa. Dan dirinya memperoleh kepercayaan untuk menjual barang tersebut. “Harga jual kursi pantai ini di jual Rp 100 ribu, keuntungan yang bisa di bawa pulang Rp 40 sampai 50 ribu per hari. Keuntungan ini lebih besar daripada saya menjadi tukang bangunan,” kata Budi.

Kursi pantai yang dijual Budi juga bisa di lipat, sehingga praktis dan bisa dibawa kemana-mana. Selain bisa jadi kursi untuk duduk, produk ini juga bisa digunakan sebagai tempat tidur. Sedangkan, bahan kursi ini terbuat dari plastik, sehingga bisa dibersihkan atau di cuci, bahkan kursi ini bisa digunakan untuk orang gemuk.

Budi memulai profesinya ini sejak seminggu yang lalu. Biasanya, Jalan Jendral Urip dan Jalan Jendral A. Yani merupakan lokasi strategis bagi Budi untuk mengais rupiah melalui penjualan kursi pantai tersebut.

“Dalam satu hari kursi yang bisa di jual 2 sampai 3 buah, kebetulan hari Minggu ini pembeli lagi sepi, tidak seperti hari biasanya,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu dikarenakan, Minggu banyak masyarakat yang menghabiskan hari libur dengan bersantai di rumah bersama keluarga, sedangkan kalau hari biasa banyak masyarakat yang jalan-jalan, pergi ke kantor, atau jemput anak sekolah sambil melalui jalan ini.

Budi menambahkan, dalam minggu ini dirinya berencana untuk pergi ke luar kota, karena ada perayaan robo-robo, tentu momen itu bisa dipergunakan untuk berjualan, dan bukan hanya kursi pantai saja yang akan di jual, melainkan banyak produk lain yang bisa ikut dipasarkan. Seperti, tikar, pakaian, dan sepatu.

“Kalau sudah robo-robo pasti banyak teman yang berjualan dengan produk yang sama, maka ada persaingan, tapi ini tidak menjadi masalah karena harga untuk produk yang di jual sudah mempunyai harga patokan, jadi penjual tidak bisa menurunkan harga semaunya,” tandasnya.