Pemerintah Indonesia bersama Brunei Darusalam, Malaysia dan Philipines East ASEAN Growth AREA (BIMP EAGA) yang dibentuk fi Davao City tahun 1994 lalu akan menjadi motor penggerak kerjasama dan pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator.
Provinsi-provinsi di Indonesia yang menjadi anggota BIMP AEGA adalah Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sulut, Sultra, Sulsel, Sulteng, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
“Isu yang menonjol dalam kerjasama ini ekonomi sub regional termasuk BIMP EAGA adalah sub regional connectivity,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi UMKM HM Syahaldi Husman.
BIMP EAGA memandang penting konektivitas sebagai salah satu instrumen kunci dalam mewujudkan visi BIMP EAGA sebagai salah satu lumbung pangan dan pusat pariwisata alam di ASEAN dan wilayah lain di Asia. “Pemimpin BIMP EAGA menetapkan BIMP EAGA Infrastructure Project Pipeline (PIP),” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalbar meminta memanfaatkan kerjasama ini, karena tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan di wilayah-wilayah keempat anggota ASEAN ini.
Dalam kerangka kerjasama BIMP EAGA, menurutnya, Provinsi Kalbar memiliki akses perbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei Darusalam.
“Kita memiliki potensi lahan pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan yang cukup besar untuk memperkuat ketahanan pangan. Potensi ini harus kita dorong untuk menjadikannya sebagai modal utama pembangunan,” jelasnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
