General Manajer PT. PLN Wilayah Kalbar Ir. Daniel S. Bangun mengatakan, target rasio elektrifikasi sebesar 65 persen, namun posisi sekarang baru mencapai 62 persen, dan ditargetkan 10 sampai 15 tahun ke depan seluruh masyarakat Kalbar sudah bisa mendapatkan listrik.
“Berdasarkan retifikasi daerah yang belum maksimal menyerap tenaga listrik, yakni Kabupaten Sanggau, Melawi, dan Sintang akan diprioritaskan untuk tahun ini dan tahun depan,” jelas Daniel, Kamis (27/10).
Ia mengatakan untuk mengatasi krisis listrik PT. PLN membuat terobosan pembangkit listrik dengan menggunakan gas dan batu bara atau disebut Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGB) dan belum lama ini PLTGB sudah diresmikan. PLN membangun PLTGB di empat daerah yakni Sambas, Kayong Utara, Sintang dan Tayan, masing-masing dengan daya 6 megawatt.
Ia mengkaui sementara ini sudah melakukan pengajian untuk melakukan kerjasama dengan PTPN 13 untuk memanfaatkan caking sawit sebagai pembangkit tenaga listrik dengan kemampuan sebesar 3 megawatt. Sedangkan PLTU Parit Baru mengalami kendala, seharusnya sudah bisa dioperasionalkan terpaksa molor 6 bulan ke depan. Selain itu PLTU di Tanjung Gundul akan dioperasionalkan pada tahun 2014.
Lebih lanjut Daniel mengatakan untuk perbatasan PLN akan membangun jaringan listrik di Entikong, dan PLN juga sudah melakukan kerjasama dengan Serawak, dalam perjanjian tersebut PLN Kalbar bisa menjual listriknya di Serawak. “Kita sudah sepakat harga jualnya diperlakukan sama yakni Rp 100 kwh,” jelasnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
