Pontianak, Pada jelang hari raya besar, penukaran uang menampakan jumlah yang meningkat drastis, terutama menjelang hari raya Imlek kali ini.
Bank Indonesia sebagai bank sentral yang juga melayani penukaran uang. Pada Kamis (22/1), tiga hari menjelang Imlek sudah ramai.
"Bank Indonesia baru saja mendatangkan uang 24 miliar untuk antisipasi penukaran uang pada Imlek kali ini," ujar Lazuardi, Seksi Kas dan Pengedaran Bank Indonesia Cabang Kalbar.
Dikatakannya, hal itu sebagai antisipasi untuk penukaran uang, selain itu Bank Indonesia masih memiliki saldo untuk itu.
Seharinya rata-rata Rp1,5 miliar transaksi terjadi.
Sepuluh hari sebelum hari Imlek, mulai meningkat bahkan dikatakannya awal bulan sudah menunjukkan peningkatan.
Lazuardi yang sebelumnya pernah bertugas di Makasar, mengatakan kondisi di Pontianak agak berbeda dengan daerah Makasar.
"Di Makasar, menjelang Imlek penukaran uang tidak seramai ini," ujarnya.
Di Makasar penukaran uang mengalami peningkatan ketika jelang panen, dikarenakan petani memerlukan uang pecahan kecil.
Dikatakannya penukaran uang di Pontianak hampir sama dengan yang terjadi di Jakarta, kondisinya ramai.
"Mungkin orang Tionghoa di Pontianak cukup banyak," ujarnya..
Misi Bank Indonesia menyediakan uang cukup pecahan.
Pecahan yang paling banyak diminati adalah uang pecahan Rp10 ribuan ke bawah, namun ada juga yang menukar dengan pecahan Rp20 ribu.
Bank Indonesia bukan saja membuka loket penukaran uang menjelang hari raya,
Rido, salah satu staf di Apotik Sahabat, yang juga menukar uangnya untuk keperluan pengembalian uang di Apotik.
"Biasanya tukar uang Rp200, Rp500 atau yang seribu," ujarnya.
Ia mengatakan beberapa hari sebelumnya kondisi Bank Indonesia lebih ramai.
Ia menukar uang setiap 3 hari sekali dengan jumlah Rp1,5 juta. Uang tersebut dipakai untuk kelancaran operasional sehari-hari apotik.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
