Pertumbuhan perekonomian Kalbar, masih dibawa laju pertumbuhan ekonomi nasional, kecuali pada tahun 2009. Salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan perekonomian di Kalbar adalah terjadinya perubahan struktur ekonomi Kalbar.
Pertumbuhan perekonomian Kalbar, masih dibawa laju pertumbuhan ekonomi nasional, kecuali pada tahun 2009. Salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan perekonomian di Kalbar adalah terjadinya perubahan struktur ekonomi Kalbar.
“Peran sektor industri, dalam PDRB Kalbar mengalami penurunan, bahkan berada di posisi ketiga sektor perdagangan dan pertanian,” kata Sekda Kalbar, Syakirman, pada rapat kerja teknis industri dan perdagangan se-Kalbar, di Hotel Kapuas Palace, Rabu (10/3).
Ia mengatakan, pada tahun 2009 peran sektor industri turun 6, 18 per point dibandingkan tahun 2000 sebesar 24,15 persen menjadi 17,97 persen. Sedangkan sektor perdagangan naik 3,89 poin dalam waktu yang sama dan sektor pertanian yang cenderung stabil peranannya yaitu berkisar 26 sampai 27 persen.
“Bila tidak diperlakukan secara khusus, diproyeksi peranan sektor industri akan semakin menurun hingga menjadi 14 persen pada tahun 2013,” kata Syakirman.
Kondisi tersebut tentu akan menyebabkan potensi komoditi primer Kalbar, yang cenderung meningkat akhir-akhir ini, terutama sektor pertanian, perkebunan dan pertambangan.
“Memperhatikan kondisi tersebut tentu mau tidak mau, kita harus mencari alternatif bagi pengembangan industri lain, yang memberikan daya ungkit tinggi, terhadap perekonomian Kalbar,” ujarnya.
Berdasarkan sensus ekonomi tahun 2006 bahwa struktur industri Kalbar berdasarkan skala usaha, menunjukkan populasi industri Kalbar didominasi oleh IKM sebesar 39.740 unit usaha (99,5 persen), namun ironisnya mempunyai pendapatan sebesar Rp 1,27 triliun (18,5 persen), dari pendapatan seluruh industri besar/sedang dengan populasi 204 unit usaha (0,5 persen), mempunyai pendapatan sebesar Rp 5,59 triliun.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
