You are here

Impor Meningkat 7,80 Persen

BPS Provinsi Kalbar menyebutkan impor Kalbar mengalami peningkatan sebesar 7,80 persen di bulan September 2011 dibandingkan bulan Agustus 2011.

Kepala BPS Provinsi Kalbar Yomin Tofri, belum lama ini mengatakan, peningkatan ini terjadi di seluruh golongan barang, kecuali bahan bakar mineral yang turun sebesar 19,92 persen, besi dan baja sebesar 5,25 persen, kapal laut turun 75,57 persen, kendaraan dan bagiannya turun 70,06 persen.

“Berdasarkan nilai golongan barangnya, ada tiga golongan barang penyumbang impor terbesar di Kalbar pada bulan September 2011 yakni mesin, bahan bakar, besi dan baja dengan total nilai impor sebesar 81,93 persen atau US$ 18,14 juta,” kata Yomin.

Sedangkan 10 golongan barang utama Kalbar pada periode Januari hingga September 2011 mengalami peningkatan sebesar 116,95 persen, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2010. Nilai impor periode Januari hingga September 2011 semua golongan barang mengalami peningkatan jika dibandingkan periode Januari hingga September tahun 2010.

Impor Kalbar dari 9 negara asal pada bulan September 2011 mengalami penurunan sebesar 3,71 persen bila dibandingkan bulan Agustus 2011. “Sebagian besar impor Kalbar berasal dari ASIA yakni sekitar 95,23 atau US$21,09 juta sisanya dari Germany Fred Republik sebesar 1,78 persen, Papuan New Guinea sebesar 1,52 persen, dan Amerika Serikat sebesar 0,58 persen serta 0,88 persen berasal dari negara lainnya,” paparnya.

Ia menambahkan China, Singapura dan Malaysia merupakan tiga negara pemasok terbesar impor Kalbar pada bulan September 2011, yakni sebesar US$ 17,58 juta atau 79,40 persen dari keseluruhan impor Kalbar.

Kepala BPS Pusat Djamal SE, M. Sc mengatakan total impor secara nasional pada bulan Januari hingga September 2011 sebesar US$ 129,97 miliar mengalami peningkatan sebesar 33,45 persen. Share terbesar terdiri dari mesin dan peralatan mekanik sebesar 17,57 miliar, dan mesin dan peralatan listrik sebesar 13,33 miliar. “Untuk perkembangan neraca perdagangan mengalami surplus sebesar 2,72 miliar,” kata Djamal saat melakukan telekonferensi di Aula BPS Provinsi Kalbar.