You are here

Harga Karet Kembali Stabil

Meskipun sempat mengalami penurunan yang cukup drastis beberapa bulan yang lalu. Berlahan namun pasti, harga karet mentah (kulat,red) di pasaran Kota Nanga Pinoh saat ini kembali stabil. Yaitu mencapai Rp 11 ribu perkilonya untuk kualitas A. Jauh mengalami kenaikan sebelumnya, yang sempat anjlok dipasaran hingga Rp 2 ribu perkilonya. Sehingga membuat sebagian besar masyarakat Melawi yang mengantungkan hidup dari sektor perkebunan karet ini sempat menjerit.

Meskipun sempat mengalami penurunan yang cukup drastis beberapa bulan yang lalu. Berlahan namun pasti, harga karet mentah (kulat,red) di pasaran Kota Nanga Pinoh saat ini kembali stabil. Yaitu mencapai Rp 11 ribu perkilonya untuk kualitas A. Jauh mengalami kenaikan sebelumnya, yang sempat anjlok dipasaran hingga Rp 2 ribu perkilonya. Sehingga membuat sebagian besar masyarakat Melawi yang mengantungkan hidup dari sektor perkebunan karet ini sempat menjerit.

“Syukurlah harga karet saat ini sudah kembali normal seperti dulu, pengalaman turunya harga karet pada beberapa bulan yang lalu cukup membuat kami sebagain masyarakat yang hanya mengantungkan hidup pada karet ini, menjadi susah untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” kenang, Syamsudin, seraya mengucap syukur, saat menjual karetnya kepada salah seorang penampung di kota Nanga Pinoh, Selasa (9/3).

Saat ditemui Koran ini, Erwin, salah seorang penampung karet mentah ini membenarkan bahwa harga karet saat ini dipasaran sudah mulai kembali stabil. Hal tersebut, menurutnya komoditi karet masih menjadi salah satu bahan baku terpenting pada dunia industri, baik industri dalam negeri maupun luar negeri.

“Bagaimanapun dunia industri yang menggunakan bahan baku karet sangat membutuhkan sekali, makanya harga karet saat ini kembali normal seperti dulu,” ucapnya, saat ditemui dikediamannya, baru-baru ini.

Berbeda dengan harga Tengkawang  saat ini yang merupakan salah satu bahan baku untuk bahan kosmetik, yang mengalami penurunan harga jual dipasaran. Jika tiga minggu yang lalu harga tengkawang yang sudah disalai  (dipanggang diatas api,red)  di pasaran Nanga Pinoh, bisa menembus harga hingga Rp 7 ribu perkilonya.

Saat ini, justru mengalami penurunan. Yaitu kisaran  Rp 3.600-Rp3.700, perkilogramnya, tergantung kualitasnya. Penurunan tersebut, tidak langsung, namun secara belahan-lahan.

“Berbeda dengan karet, untuk tengkawang, harganya turun bang untuk saat ini, yaitu Rp 3.700 perkilonya jika kualitas bagus,” beber Erwin.

Menurutnya, turunnya harga tengkawang tersebut dikarenakan disejumlah daerah di Kalimantan Barat, seperti Kapuas Hulu, Sintang serta kabupaten melawi yang sedang panen Tengkawang. Dilain sisi, penampung besar di Provinsi kalbar, tidak banyak. Hal tersebutlah yang membuat harga tengakawang menjadi turun.

Meskipun demikian, lanjut pria ramah ini, harga tengkawang bisa saja mengalami perubahan harga. Bisa mengalami kenaikan atau justru semakin turun, tergantung pangsa pasar akan bisnis tengkawang tersebut.

“Harga tengkawang, selalu berubah-runah setiap harinya. Bisa malah naik, atau justru semakin turun, tergantung pasar. Dilain sisi, saat ini tengkawang sedang banjir-banjirnya disejumlah daerah, mungkin jadi salah satu penyebab pula,” ungkapnya.        

Selain itu pula, Ia menambahkan, buah tengkawang hanya ada pada waktu tertentu saja. Sehingga sulit jika harus ditampung terlalu lama, karena akan mempengaruhi kualitas tengkawang sebelum akan diproses. Untuk Kabupaten Melawi, daerah pemasok tengkawang sebagian besar adalaha daerah yang berada di Sungai Pinoh, seperti Sayan, Sokan, dan Kota baru.  

“Untuk Melawi ada beberapa daerah saja, yang sudah musim tengkawang. Sedangkan yang lainnya belum terlalu banyak yang jatuh buahnya,” pungkasnya.