“Salah satu contoh masasah yang sering dijumpai dilapangan, kata dia, banyak mitra perbankan dari perjain diajak ikut pameran ke berbagai negara, yang namanya pameran pasti membawa produk tidak sedikit. Usai pameran, barang yang dipamerkan tidak semua laku, lalu dibawa pulang kembali ke tanah air,” jelas Agus. Ini, kata dia, selain tidak maksimal juga merugikan perajin. “Para perajin, seakan dibiarkan mencari sendiri pembeli dan bersaing sesama perajin,” imbuhnya.
Agus mengusulkan, kedepan pihak perbankan memfasilitasi perajin untuk membentuk kelompok sebagai mitra perbankan yang mengekspor hasil perajin ke negara importir. “Sangat menguntungkan perajin, apabila dinegara importir itu, difasilitasi gudang sebagai penyimpanan. Jadi, hasil perajin tidak perlu di bawa pulang kembali ke tanah air, karena sudah ada pembelinya,” pintanya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
