You are here

Ekspor Kalbar Meningkat

BPS Provinsi menyatakan ekspor Kalbar pada bulan September 2011 mengalami peningkatan sebesar 4,05 persen bila dibandingkan bulan Agustus 2011 yaitu US$ 142,56 juta naik menjadi US$ 148,33 juta. Sementara periode Januari hingga September 2011 ekspor mengalami peningkatan sebesar 101,04 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2010.

“Komoditi ekspor Kalbar pada bulan April masih didominasi karet dan barang dari karet, biji kerak dan abu logam, kayu dan barang dari kayu, ketiga komoditi tersebut menyumbang 98,24 persen dari total nilai ekspor,” kata Kepala BPS Provinsi Kalbar, Yomin Tofri belum lama ini.

Menurutnya dari empat komoditi tersebut pada bulan September 2011, karet dan barang dari karet dan kayu dari barang kayu mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2011, masing-masing karet dan barang dari karet turun sebesar 7,76 persen. Kayu dan barang dari kayu turun sebesar 35,86 persen, sedangkan biji kerak dan abu logam dan perhiasan mengalami peningkatan. Menurutnya, tiga negara tujuan ekspor Kalbar terbesar pada bulan September 2011 di negara China, Jepang dan Korea.

“Tujuan ekspor Kalbar pada bulan September 2011 masih didominasi negara Asia yakni dengan kontribusi sebesar 82,45 persen, sedangkan kontribusi nilai eskpor ke negara Brazil 2,13 persen,” jelasnya.

Pengamat Ekonomi Untan Ali Nasrun, Selasa (2/11), di ruang kerjanya mengatakan untuk meningkatkan ekspor Kalbar harus membangun industri hilir, artinya Kalbar jangan memproduksi bahan setengah jadi melainkan produk akhir, sehingga Kalbar bisa mendapatkan nilai tambah dari produk unggulan yang ada di Kalbar.

Hal ini bisa dijadikan salah satu strategi yang harus dilirik, selain itu untuk meningkatkan ekspor juga harus didukung dengan infrastruktur yang layak serta pelabuhan ekspor.

“Untuk itu bukan hanya pemerintah Kalbar saja yang melakukan tindakan melainkan pemerintah pusat juga harus mengikuti ide pemerintah Kalbar sehingga pemerintah pusat bisa mengikuti pola pikir pemerintah Kalbar,” ujarnya.