You are here

Ekspor Kalbar Juli Turun 24,95 Persen

Nilai ekspor di Provinsi Kalimantan Barat, pada Juli mengalami penurunan sebesar 24,95 persen atau menjadi 88,04 juta dolar AS, bila dibandingkan pada Juni yang mencapai 117,32 juta dolar AS.


Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kalbar, Edi Rahma Asmara di Pontianak, Rabu mengatakan, turunnya nilai ekspor karena hanya mengandalkan pada empat komoditas, seperti biji kerak, abu logam, karet dan kayu saja.


"Seharusnya ada lima komoditas andalan, yakni hasil perkebunan sawit yang hingga kini belum masuk karena hasil perkebunan itu masih dikirim melalui Medan bukan langsung dari Kalbar," kata Edi.


Menurut dia, komoditas biji kerak, abu logam dan karet menyumbang sebesar 97,62 persen dari total nilai ekspor Kalbar pada Juli. Yakni biji kerak dan abu logam sebesar 63,72 persen, karet 5,50 persen, dan kayu sebesar 5,05 persen.


Berdasarkan negara tujuan ekspor, ada tiga yakni China, Jepang dan Republik Korea, masing-masing sebesar 59,29 juta dolar AS, 10,35 juta dolar AS, dan 7,55 juta dolar AS dengan kontribusi sekitar 87,67 persen.


Tujuan utama ekspor Kalbar pada Juli masih didominasi negara Asia, yakni sebesar 95,04 persen, sedangkan ke negara Argentina 1,90 persen, Brazil 0,87 persen, serta negara lainnya 2,19 persen.


Sementara untuk nilai impor di Kalbar mengalami peningkatan sebesar 117,83 persen dibanding Juni, yakni dari 4,62 juta dolar AS menjadi 10,07 juta dolar AS.


Suku cadang kapal laut penyumbang impor tertinggi, yakni sebesar 64,39 persen, mesin-mesin pesawat 10,40 persen, plastik 4,44 persen dan benda dari baja 3,31 persen dengan total sebesar 82,53 persen atau 8,31 juta dolar AS.


Neraca perdagangan luar negeri Kalbar Juli mengalami penurunan sebesar 30,81 persen dibanding Juni, kata Edi.