You are here

Ekspor dan Investasi Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Pemimpin Bank Indonesia Pontianak, Samasta Pradhana, mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan II tahun 2010 bergerak lebih cepat dibanding  triwulan II tahun 2009, yakni mencapai 5,74 persen (y-o-y). Percepatan ini dipengaruhi kegiatan ekspor dan investasi, Senin (30/8) dalam paparannya di hadapan para pejabat bank, pelaku usaha, pejabat daerah dan pers di Hotel Mercure, sebelum berbuka puasa bersama.

Dari sisi permintaan, papar dia, ekspor Kalbar mengalami percepatan pertumbuhan sebesar 5,53 persen (y-o-y) yang peningkatan sebesar 4,25 persen (y-o-y) sejalan dengan membaiknya kegiatan investasi di sektor perkebunan dan sektor pertambangan. Sedangkan, konsumsi rumah tangga masih terjadi penyumbang terbesar PDRB Kalbar di triwulan II tahun 2010, walau pertumbuhannya mengalami pertambahan menjadi 5,87 persen (y-o-y) dari 8,89 persen (y-o-y) di triwulan II tahun 2009.

“Dari sisi penawaran, seluruh sektor utama Kalbar, yakni sektor pertanian, perdagangan, hotel dan restoran, industri pengolahan mengalami pertumbuhan yang meningkat,” jelasnya. Beberapa faktor penyebabnya, kata dia, antara lain pergeseran musim padi, meningkatnya arus perdagangan antar pulau (CPO), dan membaiknya ekspor barang manufaktur. Sementara, enam sektor lainnya tumbuh secara moderat. Salah satunya adalah sekotor keuangan yang tumbuh sebesar 4,33 persen (y-o-y) sejalan dengan membaiknya kegiatan intermediasi perbankan triwulan laporan.

Lebih jauh, Samasta, mengatakan dukungan perbankan dapat terlihat dari seluruh indikator perbankan yang menunjukan peningkatan seiring meningkatnya kegiatan perekonomian daerah. Jumlah asset, jumlah kredit dan DPK Bank umum bertambah masing-masing sebesar 5,85 persen, 6,63 persen dan 9,92persen dibanding triwulan sebelumnya. “Rasio penyaluran kredit terhadap perhimpunan DPK (LDR) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya menjadi sebesar 62,70 persen,” imbuhnya.

Jumlah DPK, sambungnya,  yang berhasil dihimpun bank umum hingga triwulan II tahun 2010 mencapai Rp 20,69 triliun. Sedangkan, tabungan dan deposito masih mendominasi porsi dana masyarakat yang berhasil dihimpun bank umum masing-masing sebesar Rp. 10.40 triliun dan Rp. 5,85 triliun. “Dengan adanya trend penurunan suku bunga maka simpanan jenis deposito memperoleh dampak yang paling besar sehingga hanya tumbuh 1,19 persen (q-t-q),” jelasnya.