ACCESS Branding merupakan istilah yang tidak asing lagi didengar oleh para insan Credit Union (CU) karena kata-kata ini sudah didengungkan dan mulai diperkenalkan di Indonesia dan Kalbar sejak 3 tahun lalu. ACCES Branding yakni penilaian kesehatan CU oleh ACCU (Association of Asian Confederation of Credit Unions).
CU yang dinilai kesehat oleh ACCU akan mendapatkan predikat mulai dari BRONZE, SILVER, GOLD hingga PLATINUM sesuai hasil skor. Selain itu, CU juga akan mendapat sertifikat. Sertifikat ini hanya berlaku dalam waktu tertentu kemudian dievaluasi lagi, sehingga sertifikat tidak berlaku selamanya karena predikat yang didapat bisa saja naik ataupun turun dari yang sebelumnya.
Penantian panjang selama 3 tahun akhirnya membuahkan hasil, itu yang dirasakan oleh para aktivis CU Keling Kumang (CUKK). Pada tanggal 19 Januari 2011, sebagai tahap pertama, CUKK melalui Puskopdit Khatulistiwa telah menyerahkan dokumen persiapan ACCESS kepada Inkopdit. Dokumen-dokumen ini diantaranya adalah berupa pengisian formulir dan self-diagnosis, membentuk Tim ACCESS CUKK yang berjumlah 6 orang dan 1 supervisor (dari Puskhat) menilai CUKK itu sendiri dengan mengisi format penilaian yang telah disediakan.
Untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai ACCESS, maka CUKK mengirimkan Yohanes RJ, General Manager untuk mengikuti ACCESS Technical Training yang diselenggarakan oleh Inkopdit pada tanggal 27-30 Maret 2011 di Hotel Ibis Kemayoran, Jakarta. Kemudian, pada tanggal 30 April 2011, dengan disaksikan oleh CEO ACCU, Ranjith Hettiarachchi, CUKK yang diwakili oleh Yohanes RJ, secara resmi mendaftarkan diri ke Inkopdit untuk diakreditasi ACCESS oleh ACCU dan penandatanganan MoU antara CU KK dengan Inkopdit.
Dukungan dari Puskopdit Khatulistiwa (Puskhat) sebagai Sekunder dan Inkopdit-Jakarta sebagai Induk Koperasi sangat membantu CUKK dalam mengikuti proses akreditasi ACCESS ini. Berdasarkan jadwal yang telah disusun bersama dengan Inkopdit, bulan Juni 2011 para assessor dari Jakarta akan datang dan mengaudit CUKK. Ada 4 perspektif dengan 86 indikator didalamnya yang akan menjadi dasar penilaian. Namun, dari 86 indikator tersebut, ada 2 indikator yang sangat menentukan yaitu: Kredit Lalai dan Modal Lembaga Bersih. “Walaupun semua indikator skornya bagus tetapi Kredit Lalai (Delinquency) dan Modal Lembaga Bersih (Net Institutional Capital) tidak memenuhi syarat, maka dipastikan tidak akan mendapat predikat apapun, tidak juga BRONZE,” kata Leni (Panggilan akrab Mrs. Elenita V. San Roque), Manager Member Service ACCU pada saat pertemuan konsultasi ACCESS di kantor Puskhat, 4 Desember 2010.
Mengapa penting CUKK diakreditasi ACCESS? CUKK tidaklah mungkin selamanya dikelola oleh orang yang sama, pasti suatu saat harus berganti. Disinilah fungsi akreditasi ditempatkan, bahwa dengan adanya akreditasi ini CUKK dapat menjalankan sistem dan tata kelola CU yang standar dengan sungguh-sungguh, sehingga apabila berganti pengurus, pengawas dan aktivis, CUKK tetap berjalan dengan standar, sistem dan kualitas yang sama. INVICTUS.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
